Holla Minnaaaa
Ini chapter pertama dari My Love Isae
Semoga kalian suka
*
Title : My Love Isae
Author : Veve Octavia
Cast :
Ryosuke Yamada
Keito Okamoto
Ichiko / OC
Isae /OC
Hikaru Yaotome
Genre : Drama, School, Romance, Comedy
Length : Chapter
*
Author : Veve Octavia
Cast :
Ryosuke Yamada
Keito Okamoto
Ichiko / OC
Isae /OC
Hikaru Yaotome
Genre : Drama, School, Romance, Comedy
Length : Chapter
*
Ichiko melangkah pelan masuk gerbang sekolah. Dia setengah bersiul, sesekali Ichiko tersenyum kepada beberapa murid yang menyapanya. Ichiko masuk ke lobi, dia melepas sepatunya dan menggantinya dengan sepatu dalam ruangan. Sambil bersenandung kecil Ichiko menyimpan sepatunya di loker dan berjalan menuju kelasnya di lantai dua.
"ICHIKOOOOO!!"
Ichiko menoleh, dia hampir jatuh saat Ryosuke menabraknya dengan kuat. "Ya ampun Ryosuke!" Ichiko menggeplak kepala Ryosuke keras, "tenagamu itu sama dengan tenaga kuli bangunan!"
Ryosuke menyeringai, dia menggumamkan maaf kepada Ichiko. "Aku senang sekali pagi ini, Ichikooooo," Ryosuke memutar-mutar tubuh Ichiko seperti sedang berdansa, "aku sangaaaattt bahagia."
Ichiko menatap datar Ryosuke yang masih menatapnya dengan senyum cerah bak mentari pagi. "Jadi kau yang menyapa Isae atau Isae yang menyapamu?" tanya Ichiko sambil melangkah menaiki tangga. Dia tahu persis apa yang membuat Ryosuke bahagia, kalau bukan tambahan uang saku ya pasti Isae. Dan berhubung uang saku Ryosuke baru dipotong kemarin karena nilai tes matematikanya yang jeblok, maka jawaban terakurat tentu saja Isae.
"Aku yang duluan menyapanya, sih," jawab Ryosuke, "tapi hari ini dia cantik sekali, kau tahu? Rambutnya dikepang dua, dia juga memakai bando putih. Astaga, dia seperti putri dari negeri dongeng."
Ichiko memutar bolamatanya. "Kau mengucapkannya sejak dulu," kata Ichiko. Mereka masuk kelas, sudah ada murid-murid lain disana. Daiki dan Ryutaro menyanyi--atau lebih tepatnya berteriak-teriak tidak jelas--sambil bermain gitar, Kei menulis sesuatu di papan tulis, Chinen yang tampak tenang belajar di mejanya. Ichiko dan Ryosuke melangkah menuju bangku mereka, Ichiko menoleh dan mendengus melihat Keito tidur dengan pulas di bangkunya. Ichiko duduk, dia menoyor kepala Keito. "Ini kelas bukan kamar," kata Ichiko.
Keito terbangun, dia menguap dan meregangkan tubuhnya. Ryosuke bergeser mendekati Ichiko, dia berbisik, "Ichiko, aku tahu hanya kau yang bisa membantuku."
Ichiko menatap Ryosuke. "Maaf, aku tidak membawa kartu kreditku hari ini," kata Ichiko, "jadi aku tidak bisa mentraktirmu. Kau tahu nilai tesku juga jeblok kemarin, dan Papa menyita kartu kreditku."
"Ck, bukan itu," Ryosuke menggeplak kepala Ichiko yang terkekeh, "ini bukan soal uang. Tapi lebih penting."
Ichiko menatap Ryosuke dengan senyum kecilnya, dia sudah bisa menebak apa yang akan diminta oleh Ryosuke. "Kau kan dekat dengan Isae," ucap Ryosuke, "tolong bantu aku dekat dengannya. Ya ya ya?"
Nah, kan. Ichiko mengerang, dia bergeser dan memberi tatapan aku-tidak-janji-bisa-membantumu-bung. Melihat itu, Ryosuke merengut dan menggoyang-goyangkan tangan Ichiko manja. "Ayolah, Ichiko," rengek Ryosuke, "kau satu-satunya yang bisa kuandalkan. Aku janji akan mentraktirmu makan deh nanti. Aku akan mentraktirmu seminggu penuh."
Ichiko masih memberi tatapan yang sama, dia sengaja melakukannya untuk menjahili Ryosuke. "Ichikooooo," Ryosuke merengek, dia akan berucap saat Chinen melempar kertas kearahnya. Ryosuke menoleh, dia menatap garang Chinen yang juga melotot kearahnya. "Jangan berisik," kata Chinen galak.
Ryosuke akan membalas saat Ichiko mencengkeram dagunya dan mengalihkan matanya kembali kepada Ichiko. "Aku akan membantumu," kata Ichiko, "aku akan berusaha mencaritahu apa Isae juga menyukaimu. Tapi kau juga harus berusaha. Kau mengerti?"
Ryosuke tersenyum cerah, dia memekik dan memeluk erat Ichiko yang tertawa melihat tingkah Ryosuke. "Aku menyayangimu, Ichikoooo!" kata Ryosuke, "kau memang yang terbaik! Walaupun kau judes dan tidak berperasaan tapi aku menyayangimu!"
Keito yang melihat tingkah Ichiko dan Ryosuke hanya geleng-geleng kepala dan tertawa kecil. Keito beranjak, dia melangkah keluar kelas. Keito berhenti saat dia berhenti di depan sebuah kelas, mata Keito tampak mencari sesuatu disana.
Nah, itu dia.
Keito tersenyum, dia berdiri agak dekat ke pintu dan menatap seorang gadis yang asyik mengobrol bersama teman-temannya. Keito akan menyapa, tapi dia mengurungkan niatnya. Murid-murid di kelas itu dikenal sebagai tukang gosip yang berlebihan, bisa gawat kalau mereka melihat Keito menyapanya. Keito melangkah menjauhi kelas itu, dia berjalan menuju toilet. Keito butuh cuci muka atau dia akan mendapat hukuman dari wali kelasnya yang galak itu.
Isae menoleh, dia melihat Keito yang berjalan menjauh. "Keito itu pendiam ya," kata Kyouka, teman Isae, "kudengar dia tidak punya banyak teman. Temannya ya cuma Ichiko dan Ryosuke itu."
Isae diam saja mendengar ucapan Kyouka. Dia kembali menatap keluar kelas. Isae tersenyum kecil, dia menghela napas dan kembali mengobrol bersama teman-temannya.
***
Ichiko dan Ryosuke mengintip, mereka melihat Isae yang sedang memilih-milih buku di perpustakaan. Ichiko dan Ryosuke saling pandang, Ryosuke memberi kode kepada Ichiko. Ichiko mengangguk, dia akan mendekat saat dia melihat Isae duduk di sebelah Chinen. Ichiko langsung berbalik, dia berbisik kepada Ryosuke, "Aku tidak akan bisa menjalankan rencanaku kalau Chinen disana. Kau tahu sendiri dia itu tidak suka keributan, apalagi ini perpustakaan. Dan Chinen akan langsung senewen kalau melihatmu."
Ryosuke berdecak, dia mengintip dan menatap kesal Chinen. "Anak itu menyebalkan," kata Ryosuke, "Ayolah, Ichiko. Lakukan sesuatu agar Chinen pergi."
Ichiko diam, dia berpikir keras bagaimana cara mengusir Chinen darisana. Akan sulit mendekatkan Ryosuke dengan Isae kalau ada Chinen disana. Ichiko menoleh kesana kemari, dia mencari siapa saja yang bisa membantunya.
Oh!
"Kau tunggu disini," kata Ichiko, dia langsung berlari menuju pintu perpustakaan. Ryosuke mengerutkan dahi, dia melihat Ichiko sedang berbicara bersama Keito dan Kei. "Anak itu kenapa malah ngobrol, sih?" gumam Ryosuke gusar, "dasar manusia aneh." Ryosuke beberapa kali menoleh kearah Isae, dia tersenyum mengangumi wajah Isae yang sangat cantik itu. Tapi senyum Ryosuke berubah menjadi kesal saat matanya juga menangkap sosok Chinen.
Ryosuke setengah bersembunyi saat Kei dan Keito mendekati Chinen. Mereka bertiga tampak bicara, lalu Chinen beranjak dan mengikuti dua anak itu. Ichiko kembali kepada Ryosuke, dia berkata, "Beres. Ayo."
"Eh sebentar," Ryosuke menahan Ichiko yang sudah melangkah, "kau menyuruh mereka melakukan apa tadi?"
"Aku hanya meminta Kei dan Keito mengajak Chinen keluar dengan alasan belajar bersama," kata Ichiko, "sudahlah. Kau mau mendekati Isae atau tidak? Kalau tidak mau aku pergi, nih." Ichiko akan pergi, Ryosuke dengan cepat menahannya dan berkata, "Baiklah, ayo. Kau memang cerdik."
"Chinen tidak akan pergi kalau aku tidak cerdik," kata Ichiko. Dia dan Ryosuke melangkah mendekati Isae yang asyik membaca novel. "Aku sudah hapal diluar kepala novel itu," kata Ichiko sambil duduk di sebelah Isae, "aku membacanya dalam waktu dua hari."
Isae menoleh, dia tertawa kecil menanggapi ucapan Ichiko. Ryosuke tersenyum senang melihat tawa Isae, dia mendadak salah tingkah sendiri. "Ini Ryosuke," kata Ichiko, "oh kurasa aku tidak seharusnya memperkenalkan kalian. Kalian sudah saling kenal."
Isae menatap Ryosuke, dia tersenyum dan membalas, "Aku sering sekali dikerjai olehnya. Gara-gara dia, aku dikejar anjing di ujung jalan sana." Isae merengut menatap Ryosuke dan berkata, "Kau menyebalkan."
Ryosuke terkekeh kecil, dia membalas, "Maafkan aku. Aku hanya iseng, kok."
Ichiko menatap dua orang itu bergantian, dia tersenyum dan kemudian beranjak. "Baiklah, aku mau makan sebentar," katanya, "nanti aku kembali. Bye." Ichiko mengedip singkat kepada Ryosuke, dia lalu berjalan meninggalkan perpustakaan dengan senyum cerah. 'Biarlah mereka berdekatan,' batin Ichiko, 'mereka pasti jadi pasangan yang serasi.'
Ryosuke menatap Isae yang kembali serius membaca buku. "Isae," kata Ryosuke, "kau itu sudah berapa lama mengenal Ichiko?"
"Hm?" pandangan Isae teralih, "sudah cukup lama, sih. Dia teman sekelasku di kursus Bahasa Inggris, dan kita sering nonton bioskop sama-sama."
"Aku juga suka nonton bioskop," kata Ryosuke antusias, "kau suka nonton film apa?"
"Aku suka nonton film komedi romantis," jawab Isae, "makanya aku sebal kalau menonton film bersama Ichiko. Dia pasti memilih film horor."
Ichiko mengintip dari luar perpustakaan, dia tersenyum melihat Ryosuke dan Isae bisa mengobrol akrab. Ichiko menghela napas, dia melangkah pelan menuju kelas. Ichiko baru akan masuk saat seseorang menariknya. Ichiko menoleh, dia menghela napas dan berkata, "Ada apa, Keito? Kau ada masalah?"
"Aku ingin minta bantuanmu," kata Keito, "bisa, kan?"
Ichiko mengerutkan dahi. Tidak biasanya Keito meminta bantuannya begini. "Kau mau minta bantuan apa?" tanya Ichiko, "jangan aneh-aneh seperti Ryosuke, ya. Kalau tidak kugigit kau."
Keito terkekeh. Dia berkata, "Tentu saja tidak. Aku kan tidak aneh seperti kalian."
Ichiko tertawa juga, dia senang melihat tawa Keito yang menurutnya sangat manis itu. Jadi bantuan apa yang kau minta hm?" tanya Ichiko.
"Sederhana, karena aku tahu kau bisa melakukannya," kata Keito, "tapi berjanjilah kau akan membantuku sampai aku berhasil."
"Berjanji," kata Ichiko sambil memegang lehernya, "jadi apa yang kau inginkan."
"Bantu aku mendapatkan Isae," jawab Keito.
Ichiko menatap dua orang itu bergantian, dia tersenyum dan kemudian beranjak. "Baiklah, aku mau makan sebentar," katanya, "nanti aku kembali. Bye." Ichiko mengedip singkat kepada Ryosuke, dia lalu berjalan meninggalkan perpustakaan dengan senyum cerah. 'Biarlah mereka berdekatan,' batin Ichiko, 'mereka pasti jadi pasangan yang serasi.'
Ryosuke menatap Isae yang kembali serius membaca buku. "Isae," kata Ryosuke, "kau itu sudah berapa lama mengenal Ichiko?"
"Hm?" pandangan Isae teralih, "sudah cukup lama, sih. Dia teman sekelasku di kursus Bahasa Inggris, dan kita sering nonton bioskop sama-sama."
"Aku juga suka nonton bioskop," kata Ryosuke antusias, "kau suka nonton film apa?"
"Aku suka nonton film komedi romantis," jawab Isae, "makanya aku sebal kalau menonton film bersama Ichiko. Dia pasti memilih film horor."
Ichiko mengintip dari luar perpustakaan, dia tersenyum melihat Ryosuke dan Isae bisa mengobrol akrab. Ichiko menghela napas, dia melangkah pelan menuju kelas. Ichiko baru akan masuk saat seseorang menariknya. Ichiko menoleh, dia menghela napas dan berkata, "Ada apa, Keito? Kau ada masalah?"
"Aku ingin minta bantuanmu," kata Keito, "bisa, kan?"
Ichiko mengerutkan dahi. Tidak biasanya Keito meminta bantuannya begini. "Kau mau minta bantuan apa?" tanya Ichiko, "jangan aneh-aneh seperti Ryosuke, ya. Kalau tidak kugigit kau."
Keito terkekeh. Dia berkata, "Tentu saja tidak. Aku kan tidak aneh seperti kalian."
Ichiko tertawa juga, dia senang melihat tawa Keito yang menurutnya sangat manis itu. Jadi bantuan apa yang kau minta hm?" tanya Ichiko.
"Sederhana, karena aku tahu kau bisa melakukannya," kata Keito, "tapi berjanjilah kau akan membantuku sampai aku berhasil."
"Berjanji," kata Ichiko sambil memegang lehernya, "jadi apa yang kau inginkan."
"Bantu aku mendapatkan Isae," jawab Keito.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar