Rabu, 26 Maret 2014

Oneshoot - Secret Admirer

Title : Secret Admirer
Author : Mickey Mouse
Length : Oneshoot
Genre : Romance (maybe)
Rating : Teens
Cast :
BTS Jungkook
Nana (OC)

<<<
Hollaaaaaaaaaa,,
Ah, setelah sekian lama hibernasi akhirnya selesai juga FF ini.
Udah geje, aneh, nggak greget lagi /?
Okelah kalau begitu, dibaca ya.
WARNING!! CERITA DAN CAST SEPENUHNYA MILIK SAYA, SOALNYA SAYA YANG MENGATUR MEREKA /? DALAM CERITA INI XDDDD
Selamat membaca, ditunggu komentar dan.......
Plagiat???
No No No......

<<<
Jungkook menghela napas panjang sambil memperhatikan gadis yang dengan lincahnya menari di lapangan basket bersama beberapa anak lain. Matanya berbinar, pandangannya fokus kearah gadis itu. Hanya gadis itu. Jungkook tersenyum kecil memandang gadis yang sepertinya tak pernah berhenti tertawa dan bergerak lincah itu. Telinganya menangkap banyak tawa renyah dari mulut gadis itu, dan baginya tawa itu lebih indah daripada musik hiphop favoritnya.

Sound's little bit cheesy. But that's what he feels now.

Perasaan suka Jungkook sudah tidak terbendung lagi. Bukan, bukan suka. Tapi sayang. Rasa ingin memiliki seutuhnya. Dia menyayangi gadis itu sejak SMP dan sampai detik ini dia belum juga bisa menyatakan perasaannya kepada gadis yang merupakan sahabat dekatnya itu. Bukannya Jungkook tidak berani tapi....... Ah oke, Jungkook tidak berani. Apalagi gadis itu juga sedang menyukai orang lain, jadi mana bisa Jungkook tiba-tiba mengatakan "I love you" atau semacamnya? Dan lagi, gadis itu selalu mengatakan bahwa Jungkook adalah sahabat terbaiknya. Hanya sahabat, tidak lebih dari itu. Makanya Jungkook lebih baik diam.

Diam itu emas.

Tapi diam yang ini menyakitkan untuk pemuda berusia 17 tahun ini.

 Dia takut perasaannya akan menghancurkan persahabatannya dengan gadis itu. Dia tidak mau jauh dari si gadis.

"Jungkook! Woi!"

Jungkook terkejut, lamunannya buyar saat mendengar gadis itu meneriakinya. Jungkook tersenyum sambil melambaikan tangannya kepada si gadis. Gadis itu berlari kearahnya, lalu duduk bersila di samping Jungkook. "Baek baek nggak kesambet lo," ucap si gadis, "ngelamun di siang bolong. Mikirin pacar lo, ya?" Jungkook dan gadis itu tertawa, lalu Jungkook menyerahkan botol air mineral yang segera disambar dan dihabiskan isinya oleh gadis itu.

"Kita itu sama, Nana," balas Jungkook, "Jones. Jomblo ngenes." "Kita? Lo aja kali gue enggak," sahut Nana sambil terkekeh pelan. Jungkook tersenyum, bahagia rasanya melihat Nana yang baginya tampak lucu saat tertawa. Jadi begini rasanya jatuh cinta, mengagumi seseorang yang sangat istimewa bagi kita padahal orang lain beranggapan sebaliknya. Beberapa orang menganggap Nana itu hiperaktif. Berisik. Pecicilan. Banyak tingkah. Jelek semua pokoknya. Tapi dimata Jungkook semua sifat itu membuat Nana tampak berbeda dari yang lain.

"Lo tau nggak, Kook," kata Nana.

"Nggak."

"Haduh mingkem dulu kenapa sih mulutnya? Belom kelar ngomong juga."

Jungkook tertawa melihat wajah kesal Nana. "Yaudah terusin," kata Jungkook. "Gue seneng banget hari ini," kata Nana.

"Kenapa?

"Soalnya gue bisa ngobrol sama cowok yang gue suka tanpa gangguan dari Mari sama July."

Jungkook melirik Nana sekilas. Dia merasa sedih mendengar cerita Nana tentang "Mt. Perfect" Nana itu. "Ngobrolin apa?" tanya Jungkook, pura-pura antusias.

"Ngobrolin macem-macem," jawab Nana, "musik, film, sama pelajaran." Jungkook mengulum senyum, menahan tawanya. "Sok pinter banget lo ngomongin pelajaran." komentar Jungkook, yang langsung ditanggapi dengan pukulan di bahunya. "Sialan!" gerutu Nana, "suka-suka gue. Mulut gue ini yang ngomong. Kan biar keliatan rajin gitu. Ah, lo payah. Nggak ngerti cara narik perhatian."

Jungkook tertawa, mencubit gemas pipi Nana. "Gue juga seneng banget hari ini," kata Jungkook, "gue bisa lama-lamaan sama gebetan gue tadi di sekolah." Nana langsung menoleh dan menatap antusias Jungkook. "Trus lo nembak dia?" tanya Nana semangat.

"Nggak," jawab Jungkook, "gue nggak berani. Masalahnya dia lagi deket sama cowok lain." "Masih deket belum pacaran," balas Nana, "tembak aja mumpung masih belum jadian. Disamber orang nangis darah elo ntar."

"Mati dong kalo ditembak," jawab Jungkook.

"Bego jangan dipelihara kenapa, sih, Kook?" balas Nana mulai kesal.

Jungkook kembali tertawa. Senang rasanya bisa menjahili Nana yang memang agak pemarah itu. "Gue takut dia bakal jaga jarak kalo gue nembak dia," kata Jungkook menjelaskan, "gue nggak mau jauh dari dia. Mending jadi secret admirernya ajalah, aman." Jungkook tersenyum, sementara Nana diam memahami penjelasan Jungkook.

"Udah sore," kata Jungkook, "pulang, yuk." Nana mengangguk, mereka menyusuri jalan pulang sambil sesekali bercanda. Kadang Jungkook menjambak pelan rambut Nana, lalu Nana akan mengejarnya dan membalas dengan mendorong Jungkook ke dalam selokan. Untungnya selokan itu kering, jadi pakaian Jungkook tidak kotor. Tawa mengiringi keduanya selama berlari pulang, persis adegan film Bollywood.

Tak lama mereka berhenti di persimpangan. "Sana pulang," kata Jungkook, "gue anter apa nggak?" "Nggak usah," jawab Nana, "gue pulang sendiri aja. Deket ini nggak sampe 10 kilo."

"Yaudah, tapi lo ati-ati ya," kata Jungkook. "Iya elo juga ati-ati," kata Nana. Mereka berbalik, berjalan berlawanan menuju rumah masing-masing.

'Sorry, Nana,' batin Jungkook sambil sesekali menatap punggung Nana yang menjauh darinya, 'gue mending nggak ngomong. Gue takut elo bakal jauhin gue. Gue nggak bisa jauh-jauh dari elo. Jadi biarin gue nunjukkin rasa sayang ini dengan cara gue sendiri, terserah elo mau nganggep itu rasa sayang sebagai sahabat atau lebih. Yang pasti, gue sayang banget sama elo. Gue akan berdoa buat kebahagiaan elo, meskipun kebahagiaan elo bukan sama gue.'

Langkahnya berhenti, lalu kembali menoleh kearah jalan yang baru saja dilaluinya. Sepi, hanya ada kucing yang mengeong pelan disana. 'Gue sedih tau elo deket sama inceran elo. Gue cemburu, gue marah, dan elo bego banget nggak nyadar kalo yang gue maksud itu elo. Tapi elo bener, Kook. Gue nggak mau elo jauhin gue andaikan elo ternyata nggak suka sama gue. Mending diem, dan gue merhatiin elo sebagaimana mestinya. Yang pasti, gue sayang banget sama elo.'

Menghela napas, Nana kembali berbalik dan meneruskan langkahnya menuju rumah.

~FIN~

Rabu, 05 Maret 2014

12 Princes #1



Title : 12 Princes
Length : Chaptered
Author : Little Monster
Genre : Fantasy, Comedy
Cast :
EXO members
Jung Yunho DBSK as The King
BoA as The Queen
The rest of DB5K members
Other cast, ada yang nongol dikit ada yang numpang lewat namanya doang
DLL DSB DST ETC

<<<

Disclaimer
SEMUA CAST MILIK SAYA, SAUDARA SETANAH AIR!!! KAN SAYA YANG BIKIN CERITA!!! *niru mbak Mejie Magic*
hahahaaaaaa,,, bercandaaaaaa
hai, this is Little Monster and this is my first FF.
Bukan yang pertama sih, cuma ini yang pertama di publish
semoga terhibur dengan ceritanya, dan monggo dikomen
oiya, bahasanya antara baku dan tidak baku
Mau plagiat?? Dosa tanggung sendiri
Enjoy everyone

<<<

Duabelas pangeran jadi satu.....
Rebutan tahta nggak ya kira-kira??

<<<

Seokjoo berjalan melewati beberapa patung raja terdahulu dengan pikiran kalang kabut. 'Kampret ni raja satu,' batinnya sewot, 'gue lagi sarapan juga. Awas aja kalo ternyata tugasnya nggak penting. Gue gerogotin kepalanya.'

"Akhirnya kau datang juga Seokjoo yangperkasa dan hebat," sambutan Yunho membahana di aula utama istana, "aku sudah lama.........." "Halah nggak usah baca puisi," sela Seokjoo, masih kesal dengan rajanya yang satu ini, "to the point aja, Tuan Raja. Ngapain pagi-pagi manggil saya?" Yunho langsung memasang wajah datarnya seraya membatin, 'Sialan ni bocah satu. Kalo aja lo bukan anaknya penasihat setia bapak gue udah, gue lempar lo ke laut.' "Aku manggil kamu karena ada tugas penting," kata Yunho, "mau tau?"

"Nggak," jawab Seokjoo.

"Jadi tugasnya kamu harus turun ke bumi buat nyari duabelas pangeran kerajaan kita," kata Yunho serius, "kelompoknya si kepala gede Yesung nyulik anak-anakku dan dibuang ke bumi. Tujuannya supaya aku nggak punya penerus dan anaknya yang jadi raja gantiin aku. Nah, kamu harus nyari duabelas pangeran itu, soalnya kalo posisi raja diduduki anaknya Yesung, bisa kacau kerajaan ini. Yang ada ntar kerajaan ini terbengkalai gara-gara Kyuhyun bukannya ngurus pemerintahan malah main PSP tiap detik."

"Lho si Kyuhyun dapet PSP darimana?" suara Junsu terdengar berbisik.

"Dari negara tetangga," jawab Jaejoong, "sejak ada PSP anak itu makin autis."

"Itu duabelas pangeran anaknya Tuan Raja semua?" tanya Seokjoo polos.
.
.
.
.
.
.
Hening.

"Bukan, anaknya tukang gali kubur deket pasar ikan," Yunho menjawab dengan wajah datar lagi, "ya anak gue, terong! Yang namanya pangeran itu pasti anaknya raja! Dih, cantik-cantik bego."

"Nyonya Ratu kasian ya ngelairin sampe duabelas kali," gumam Seokjoo sambil menerawang entah membayangkan apa. Yang jelas bayangannya ada rated 25+.

"Udah udah!" kata Yunho mulai frustrasi, "pokonya kamu harus nyari anak-anakku. Kalo gagal, kepalamu yang aku penggal." "Keuntungan buat saya apa?" tanya Seokjoo, "mereka jadi raja atau enggak itu bukan urusan saya." "Kalo Kyuhyun yang jadi raja, bisa-bisa kamu dipenjara? Mau kamu? Kan kamu yang bikin pacarnya Kyuhyun kejang-kejang gara-gara kamu lemparin cicak," balas Yunho.

Seokjoo mingkem, dia ingat duluuuuuuuuu sekali pas dia masih umur duabelas tahun dia pernah membuat Seohyun, pacarnya Kyuhyun kejang-kejang tujuh hari tujuh malam gara-gara seekor bayi cicak. Dan sejak saat itu dia dumusuhi Kyuhyun, padahal dulu mereka sangat dekat. Seperti jempol kaki dan jempol tangan, dekat kan? Saking dekatnya kalau ketemu pasti jambak-jambakan, cakar-cakaran, tendang-tendangan. Untung bukan bunuh-bunuhan.

"Oke deh," akhirnya Seokjoo setuju, dan itu melegakan raja dan ratu, "eh tapi nanti saya dapet imbalan ya." "Kerja belom udah minta imbalan," kata Yunho, "iya ntar lo gue kasih jatah libur sehari. Yoochun, kasih daftar nama anak-anakku." Yoochun, si penasihat raja sekaligus adiknya Yunho itu memberikan sebuah gulungan kertas beraroma sedap malam kepada Seokjoo. Seokjoo membaca nama-nama yang tertera, yang sudah urut dari yang tertua sampai yang termuda. "Aku harap kau benar-benar bisa menemukan anak-anakku," suara lembut mendesis BoA, sang ratu terdengar, "tolong temukan mereka ya."

"Bentar deh," kata Seokjoo, "Tuan Raja yang cerdasnya ngalahin Changmin, ini gimana saya nyarinya kalo yang dikasih cuma daftar nama? Emangnya saya mau sensus penduduk?" "Dikasih fotonya juga lo nggak bakal ngenalin," kata Changmin, "orang cuma ada foto pas mereka baru lahir."

"Itu nama disana bisa bercahaya di deket orang yang punya nama," kata Jaejoong, "misal lo ada di deket Kai, ya nama Kai bakal bercahaya. Nah, tinggal lo cari orangnya. Beres, kan?" 'Beres pala lo gede,' batin Seokjoo, 'nah kalo di deket gue ada seratus orang masa gue harus ngecek satu-satu.'

Akhirnya Seokjoo mengangguk lagi. Iyain aja daripada kepala jadi korban. Seokjoo pun bersiap-siap untuk berangkat ke bumi. Ketika malam tiba, dia diantar oleh Changmin menuju portal menuju bumi. "Ati-ati di jalan, ya," kata Changmin, "oh iya, ntar kalo nyampe bumi gue titip salam buat Victoria ya. Kenal, kan? Pacar gue di bumi. Bilang gue kangen dia banget-banget. Ya?" Seokjoo hanya menatap Changmin datar. 'Sempet ya ni orang nitip nitip salam. Berasa gue ini tukang pos,' batinnya. "Kalo nggak lupa, ya," jawab Seokjoo. Dia menghela napas. bersiap memulai perjalanannya di bumi mencari duabelas orang yang entah ada di satu lokasi yang sama atau ada di lokasi yang berbeda.

Baru beberapa langkah, Seokjoo mandek. Iya, berhenti. Dia putar balik, menghampiri Changmin yang masih disana. "Kenapa bukan lo aja yang ke bumi?" tanya Seokjoo, "kan lumayan lo bisa nyambi kangen-kangenan sama Victoria."

"Maunya sih gitu," kata Changmin yang langsung memasang tampang sendu menjijikkan, "tapi kata Tuan Raja kalo gue yang ke bumi bisa-bisa bukannya nyariin pangeran malah sibuk pacaran sama Victoria."

"Emang lo gitu?"

"Nggak tau. Tapi kayaknya sih iya."

Seokjoo menghela napas. "Yaudah gue cabut dulu," katanya, "doain nggak kejebak macet, ya." "Macet jempol lo cantengan," balas Changmin, "orang pake portal ajaib mana ada macet?" Seokjoo tertawa pelan, perlahan tubuhnya menghilang dibalik pusaran berwarna hitam.

'Selamat datang, bumi,' batin Seokjoo, ' Tuan-tuan Pangeran, siap-siap ya.'

<<<

Garing?
Aneh?
Klasik?
Tipikal?
Maklumi aja, ini FF udah lama, masih jaman aku baru-baru demen FF
*bow bareng Sooman*
Review dan komen yaaaaaaa,,
ngebash juga boleh,,
open bash kok XD