Sabtu, 31 Mei 2014

My Teacher, My Enemy, My...... Love? part 2

HOLLAAAAAAAA!!!!!!!!!
I'm back with part 2
*gak ada yang nanya* *oh yaudah makasih*
Oke, mungkin di part 2 ini lucunya cuma dikit dan mungkin FTV banget
Maklum, gak bakat bikin cerita romance
Enjoy!!!
>>>
"Micchy."

"Ya, Kak Yuuya?"

"Kamu yakin mau minta Kaito ngajarin Kouta?"

 "Yakin. Kenapa sih?"

"Nggak. Masalahnya kamu, kan, tau sendiri gimana otaknya Kouta. Dan Kaito bukan orang yang sabaran. Kamu nggak takut Kouta bakal disikat abis sama Kaito?"

"Kalo disikat abis tapi jadi pinter sih nggak masalah, Kak."

"Ya sama aja bo'ong. Dia jadi pinter tapi mati disikat Kaito."

Micchy dan Yuuya mengadakan sesi diskusi kecil di dekat tong sampah. Yup, karena pembicaraan ini bersifat privat jadi mereka diskusinya disana. Siapa yang mau deket-deket tong sampah yang baunya semerbak itu? Mau lewat di deket tong sampah aja udah syukur.

"Udahlah, Kak," kata Micchy, "Kak Kaito itu sebenernya baik, kok. Cuma songongnya aja keterlaluan."

Yuuya menghela napas. Ada baiknya juga Kouta belajar sama Kaito. Kaito, teman sekampusnya itu memang terkenal super cerdas untuk pelajaran matematika dan punya metode belajar yang pasti bisa membuat Kouta pinteran dikit. Dikit aja jangan banyak-banyak, nanti kekenyangan.

Tapi....

Kaito itu....

Songongnya....

Keterlaluan....

Yang membuat Yuuya khawatir, betah nggak Kouta belajar sama Kaito? Bisa sabar nggak Kaito ngajarin Kouta? Yuuya yang super sabar aja jadi senewen sendiri kalau sudah berurusan dengan Kouta, apalagi Kaito yang senewen sejak lahir.

"Kak."

"Apa?"

"Udahan yuk diskusinya. Bau, nih."

Yuuya tersadar daritadi mereka nongkrong di tong sampah, akhirnya dia berdiri  dan beranjak kembali ke markas bersama Micchy.
~~~
"Skak mat."

"Eh? Lho?"

"Apanya yang lho? Skak mat. Gue menang, situ kalah."

"Yaah, kalah lagi."

"Oke. Time to get some punishment, Peco."

"Jangan ngasih hukuman yang aneh-aneh. Satu aja."

"Oke, just one. Kiss me."

Kaito dengan cuek memainkan kartu-kartunya, sama sekali tidak terpengaruh dengan aura penuh cinta yang diumbar Zack dan Peco. Dia sudah tahu maksud Zack menantang Peco bermain catur. Zack itu jagoan catur, Peco mah seujung kuku doang. Jelas ada niat terselubung dibalik tantangan itu.

"Kak Kaito. Kak"

Kaito melirik datar seorang anak yang berjalan kearahnya. "Bocah SMA itu dateng sama temennya, Kak," kata anak itu, "katanya ada perlu sama Kakak."

Kaito membereskan kartu-kartunya. "Suruh masuk," katanya memberi perintah. Anak itu segera keluar, lalu kembali bersama dua anak berseragam SMA Negeri Zawame. Kaito melirik, dan detik berikutnya dia terkejut dengan seorang anak.

'Lho? Micchy ngapain bawa anak itu kesini?'

"Hai, Kak Kaito,"  Micchy langsung menyapa ramah Kaito, yang hanya ditanggapinya dengan wajah datar. "Apaan?" tanya Kaito jutek. "Gini, Kak," kata Micchy sambil duduk menghadap Kaito yang setia dengan wajah datar nan sombongnya, "aku mau minta tolong sama Kak Kaito. Temenku ini agak kesulitan nyerap materi matematika. Nah, Kak Kaito kan pinter matematika, tolong lah dia diajarin biar pinternya Kak Kaito nular ke dia."

Kaito melirik anak yang mengekor di belakang Micchy, lalu mendengus kesal. Dian ingat dengan jelas insiden memalukan yang membuatnya senewen seminggu penuh dengan anak ini.

#Flashback On#
 Kaito berjalan pelan pulang kuliah tanpa Zack dan Peco. Hal ini cukup menyenangkan, mengingat sebagian besar hidupnya selalu bersama dua orang itu. Apalagi dua anak itu menurut Kaito sangat menyebalkan. Kalau pulang barengan pasti minta ditraktir ini itu. Peco apalagi, yang perutnya nggak jauh beda sama karung beras.

Untunglah dua anak itu sedang menikmati masa awal jadian mereka.

Kaito menyeruput es cappucino yang dibelinya di kedai kopi langganannya. Panas-panas minum es cappucino itu bagaikan surga dunia. Kaito mengabaikan pandangan kagum anak-anak SMP yang berpapasan dengannya  Kaito nggak level pacaran sama anak kecil.

Brak!

Butuh waktu lima detik bagi Kaito untuk memulihkan diri dari shocknya. Matanya terbelalak, mulutnya menganga melihat es cappucinonya tumpah dan saus berwarna orange mengotori pakaiannya. Kaito dengan cepat menatap tajam seorang anak berpakaian SMA yang juga melongo kaget.

"Heh!" sentak Kaito, "jalan itu pake mata! Lo pikir ini jalan punya bapak moyang lo?! Liat, baju gue kotor gara-gara makanan lo!"

"Maaf, Kak," suara pelan anak itu terdengar. Kaito melihat anak itu mendongak.

Dan Kaito terkesiap.

Anak laki-laki di depannya itu menatapnya innocent, dengan mata yang penuh dengan kata 'sorry'. Kaito menelan ludahnya, entah kenapa jantungnya dag dig dug tidak karuan melihat wajah anak di depannya ini. 

"Maaf!" anak itu mengeluarkan  saputangannya, niatnya ingin membersihkan noda di baju Kaito. Tapi yang ada noda itu justru meluas, membuat Kaito benar-benar geram.

"Aaaahh udah udah!" sergah Kaito menyingkirkan lengan anak itu kasar, "bukannya bersihin malah bikin tambah kotor. Sekalian aja lo jorokin gue ke selokan biar kotornya sebadan."

Ups.

Kaito sadar ucapannya salah total. anak itu benar-benar mendorongnya ke selokan di belakang Kaito.  Dan sialnya seloka itu kotor, jadi;ah seluruh tubuh Kaito kotor. Bahkan sebagian air selokan terciprat ke mukanya.

"Heh!" teriak Kaito, "kenapa gue didorong?!"

"Lha tadi katanya biar sekalian kotor," jawab anak itu tanpa dosa, "udah ah. Aku pulang dulu. Dah. Maaf ya." Dia berlari, lalu berhenti dan menoleh. "Oh iya," katanya, "dimana-mana jalan itu pake kaki bukan mata. Nggak lulus TK, ya? Gitu aja nggak tau." Anak itu kembali berlari meninggalkan Kaito yang cengo di selokan. Anak itu..................... Bego apa bloon? Kenapa malah nggak ngerasa bersalah?

"Ma, Kaka itu aneh, ya. Masa mandi di selokan.

"Sst. Jangan diliatin, itu orang gila."

Kaito terkejut mendengar ucapan ibu dan anak yang melewatinya. "Aaaaahhh!!" teriaknya frustrasi. Bebas dari Zack dan Peco, tapi malah sial dua kal lipat.

Kaito menggeram, matanya menatap tajam jalan yang tadi dilewati anak itu. 'Awas lo,' batinnya dengan memasang ekspresi antagonis penuh dendam kesumat, 'kalo ketemu gue cekek trus gue lelepin lo ke selokan.'
#Flashback End#

"Kak!"

"Gue nggak mau," jawab Kito cepat.

"Aaaaa........ Ayo dong, Kaaakk," Micchy setengah merajuk, " kasian dia, Kak. Matematikanya dapet jelek, seenggaknya ditolong lah biar dia bagusan dikit nilainya."

"Kok jadi elo yang mita?" tanya Kaito, " lha dianya aja adem ayem kayak kucing dikasih ikan sekilo." Kaito menatap anak itu, lalu bertanya, "Apa yang bikin elo  dateng keisni dan minta tolong gue ngajarin elo matematika?"

"Eh?" anak itu agak terkejut ditanyai tiba-tiba, "anu......... Aku.......... Biar komikku balik."

Kaito berdiri, dengan sigap mendorong Micchy dan temannya itu keluar ruangannya, "Gue nggak mau ngajarin orang yang belajar cuma demi hal nggak penting," katanya, "sana pulang. Elo ganggu waktu santai gue."

Kaito menutup pintu, kembali duduk dan memainkan kartu-kartunya. Perlahan bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman kecil, entah apa yang dirasakannya tapi jujur saja dia merindukan tatapan bocah SMA itu.

Eh?

Apa-apaan?

Kaito, mahasiswa pandai kebanggan universitas jatuh cinta dengan anak SMA?

Dunia belum kiamat, kan?

Kaito mengerjapkan matanya. Dia menapmar pipinya beberapa kali. "Sadar, Kaito," katanya bergumam, "elo nggak mungkin jatuh cinta sama anak nggak punya otak kayak dia. Ayo sadar."

"Ayo dong, Kak. Seminggu aja deh."

"Waaaa!!" Kaito terlonjak kaget. Bagaimana caranya anak tadi masuk? Anak itu menatapnya dengan tatapan memelas. "Seminggu aja," pintanya memelas, "ya, Kak? Ya?"

Kaito mendengus, dia berusaha menormalkan detak jantungnya yang tidak karuan melihat wajah polos anak itu. Sebenarnya apa yang terjadi?

"Kaaakk," anak itu merajuk.

"Nggak," jawab Kaito, "daripada gue buang-buang waktu buat ngajarin anak blo'on kayak elo mending gue belajar buat diri sendiri. Sana pergi."

Anak itu menunduk, terlihat jelas kekecewaan di wajahnya. Kaito melirik, hatinya agak mencelos melihat ekspresi anak itu. "Sana pergi," ujar Kaito sambil mengibaskan tangannya, "gue ini orang penting, banyak kesibukan. Artis aja kalah sibuk sama gue. Sana pergi. Hush."

Perlahan anak itu berbalik, berjalan meninggalkan Kaito dengan kepala menunduk dalam. Kaito sampai ngeri sendiri, jangan-jangan nanti kepala anak itu putus gara-gara menunduk sedalam itu. Tapi Kaito harus menjaga wibawanya. Dia tidak mau sembarangan memberi privat kepada orang lain.

Yaaah, walaupun jauh di dalam hati Kaito yang paliiiiiinngg dalam, dia merasa agak bersalah juga.
~~~
Brak! Bug! Gedubrak! Gubrak! Prang! Meow.....

"Kouta! Berisik!"

Kouta manyun semanyun-manyunnya. "Sombong banget sih jadi orang," gerutunya, "mentang-mentang dia pinter trus dia seenaknya ngatain gue blo'on? Sepinter apa. sih, dia sampe kepalanya gede gitu?"

"Heh," suara Akira menginterupsi di dekat pintu, "ngapain, sih, kamu? Bukannya tidur malah bikin ribut.  Berisik, tauk. Baek-baek nggak ada tetangga yang bawa golok kesini gara-gara kamu."

"Kakak nggak ngerti!" sahut Kouta, "tadi tuh ada mahasiswa yang songongnya minta ampun, Kak. Mentang-mentang dia pnter trus dia ngatain aku blo'on. Aku nggak blo'on, Kak. Cuma kurang pinter dikit."

"Siapa?"

"Dia itu kenalannya Micchy. Tau deh Micchy kenalnya dimana. Namanya...... Ee..... Kaaaa.... Kaito! Iya Kaito! Kaitonggosongong!"

Akira melongo. Bisa-bisanya Kouta mengganti nama orang seenak udelnya. "Pokoknya aku bakal buktiin  kalo aku nggak blo'on, biar dia tau rasa!" teriak Kouta. Dia meraih buku matematikanya, mulai membaca meskipun......... Yah, you know what I want to write.

Akira tersenyum, dia hanya menggelengkan kepalanya. Kouta hanya perlu sedikit dorongan agar dia mau belajar. Perlahan Akira menutup pintu kamar Kouta, kebali ke kamarnya.
~~~
Kaito melangkah keluar rumah, mengunci pintu dan bersiap menuju kampus. Sambil bersiul pelan, dia berjalan menuruni tangga.

"Kak Kaito."

Kaito menoleh, dia tersentak kaget melihat anak SMA yang kemarin berdiri di belakangnya. Kaito melirik name tag di seragam anak itu, membaca namanya.

Kouta Kazuraba.

Pertanyaannya gimana caranya anak itu bisa sampai disini? Masa iya dikasih tau Micchy? Micchy aja nggak tau rumah ini.

"Apa?" Kaito bertanya dengan suara datarnya.

Kouta menunduk, dia menggaruk kepalanya salah tingkah. Oh, baiklah Kaito harus menahan diri. Entah siapa yang melakukannya tapi dimata Kaito sikap Kouta itu sangat menggoda iman. "Gini, Kak," kata Kouta, "pertama-tama aku mau minta maaf soal kejadian waktu itu. Yang aku dorong Kak Kaito ke selokan."

Kaito masih memasang wajah datarnya. "Iya," jawabnya, "tapi bukan berarti gue mau ngasih elo les matematika. Gue pergi dulu."

"Tunggu, Kak!" Kouta dengan sigap menahan lengan Kaito, mencegahnya pergi. Kaito melirik tangan Kouta yang memegangi lengannya dengan wajah flat.

"Please ajarin aku matematika, Kak," pinta Kouta memelas, "aku nggak tau harus belajar sama siapa lagi. Bahkan metodenya temen-temenku nggak ada yang berhasil. Aku mohon, Kak. Seminggu aja deh, nanti aku bayar."

"Anak SMA kayak elo mau bayar pake apa?" balas Kaito, "uang monopoli? Sekali gue bilang enggak ya nggak. Nggak usah maksa." Kaito menyentakkan lengannya, melangkah pergi.

"Aku cuma pengen kakakku bangga sama aku, Kak."

Langkah Kaito berhenti. Dia tidak berbalik, tapi ucapan itu sukses membuatnya ingin mendengar alasan Kouta lebih jauh lagi.

"Aku pengen kakakku berhenti marah sama aku," Kouta menunduk, "kakakku kepingin liat nilaiku bagus-bagus. Iya awalnya aku belajar biar komikku balik, tapi aku sadar bukan itu tujuanku. Aku pengen kakakku bangga sama aku, dan aku juga pengen lulus dengan nilai bagus jadi aku bisa masuk universitas ternama dan dapet pekerjaan yang enak kayak kakakku. Bantuin dia biar  nggak kelimpungan ngebiayain hidup sendirian.

"Aku tau aku ini bukan anak yang pinter, tapi aku mau berusaha. Aku bakal bayar berapapun yang Kak Kaito minta, nanti aku kerja part time deh. Tapi Kak Kaito mau ngajarin aku, ya, Kak."

Krik.

.
.
.
.
.
.
.
"DASAR KAITONGGOSONGONG SIALAN! GUE UDAH NGOMONG PANJANG KALI LEBAR KALI TINGGI MALAH DITINGGAL! JADI DARITADI GUE NGOMONG SENDIRIAN KAYAK ORANG GILA?! AWAS LO YA!"
~~~
"Kouta, kamu yakin nggak mau pulang sampe kamu nyelesaiin pe.er matematikanya?" tanya Rika.

Kouta hanya menjawab "Hm" tanpa menoleh sedikitpun. Dahinya berkerut mengerjakan soal-soal itu. "Ini udah malem," kata Chucky, "ntar Kak Akira nyariin lho. Ayo pulang. Mau dikunci sama Kak Yuuya."

"Kunciin aja nggak papa," kata Kouta, "gue nginep disini. Ni pe.er harus kelar sekarang."

Semua saling berpandangan khawatir. Bagaimanapun juga mereka tidak tega melihat Kouta seperti itu. Bahkan Kouta tidak mau dibantu siapa-siapa. Mencontek juga tidak mau, padahal biasanya dia maunya instan, nyalin punyanya Chucky.

"Pe.ernya, kan, masih buat minggu depan," bujuk Yuuya, "besok diselesaiin lagi." "Nggak," kata Kouta, "pokoknya harus selesai sekarang."

"Udah pulang aja. Biar anak itu gue yang jagain."

Semua anak termasuk Kouta menoleh kearah pintu. Mata Kouta terbelalak melihat sesosok bertubuh tegap berjalan dengan gayanya yang sok bos itu kearahnya dan yang lain.

"Kak Kaito," sapa Micchy, "tau darimana tempat ini?"

"Gue tadi mampir ke rumah lo," kata Kaito, "sekalian ngambil data penelitian gue yang dipinjem Professor Ryouma. Trus kata Kak Takatora elo ada disini, yaudah gue kesini atas alamat yang dikasih kakak lo." Dia melirik Kouta yang masih melongo, mendengus kecil. "Dia biar gue yang jaga. Elo semua pulang aja."

"Yakin?" tanya Yuuya.

"Nggak usah kuatir," jawab Kaito, "gue nggak nafsu sama anak blo'on itu. Cakepan juga Peco daripada dia."

"PECO PUNYA GUE! NYEROBOT GUE BACOK LO!"

"IYA BAWEL! TIKUS GOT JUGA TAU KALO PECO PUNYA LO!"

Kaito kembali menatap Yuuya dan yang lain. "Pada nungguin apa?" tanya Kaito, "sana pulang. Biar gue yang jagain dia sampe pe.ernya selesai."

Yuuya menatap yang lain, memberi isyarat untuk pulang. "Gue percaya sama elo," kata Yuuya menepuk pundak Kaito, "kunci gue taruh dibawah keset." Dia berjalan keluar diikuti yang lain. "Dah semua," ujar Micchy sambil melambaikan tangannya.

Kaito menatap Kouta, lalu menarik kursi dan duduk di depannya. Koura menatap Kaito dengan tatapan tidak suka, lalu kembali berkutat dengan tugasnya.

"Sana pulang," ujar Kouta, "aku nggak butuh penjagaan orang songong kayak situ."

"Nggak sopan," dengus Kaito, "jadi gitu cara lo ngomong sama guru lo?"

Tangan Kouta berhenti menulis. Dia menatap Kaito dengan tatapan elo-ngomong-apaan-gue-nggak-ngerti-plis-dijelasin.

Kaito tersenyum sombong, kedua tangannya menopang dagu. "Mulai sekarang gue guru lo," katanya, "jadi elo harus sopan sama gue atau gue siksa lo sampe jadi ikan asin."
~TO BE CONTINUED~

Kamis, 22 Mei 2014

My Teacher, My Enemy, My.... Love? part 1



Title :My Teacher, My Enemy, My...... Love?
Author : Mickey
Genre : Romance, Comedy
Main Cast :
Kaito Kumon
Kouta Kazuraba
Supported Cast :
Akira Kazuraba (kakaknya Kouta)
Mai, Micchy, Rat, Yuuya, Rika, Chucky (temen-temennya Kouta)
Zack and Peco (gandengannya Kaito)
 Dan cast-cast lain yang mungkin muncul namanya doang
>>>
Hollaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!
Mickey is back with new story!!
Yah, sekedar pemberitahuan kalau ini bukan K-Pop FF tapi Kamen Rider Gaim Fanfiction 
 Tapi peringatan, ini nggak ada hubungannya dengan pertarungan ala Kamen Rider, ya kawan-kawan
Ini drama, romantis dan pastinya komedi
Bahasanya seperti biasa pakai bahasa nggak baku untuk dialog
Selamat membaca
Like and Comment, ya :D
Plagiat? Dosa tanggung sendiri.
>>>
"KOUTA!!"

Kouta hanya bisa diam menunduk, menghindari tatapan melotot sang kakak di depannya. Oh, ini buruk. Bahkan kakaknya lebih mengerikan daripada hantu yang dia tonton di televisi. "Kamu ini belajar, nggak, sih?!" sentak Akira, kakak Kouta, "ini.... Ya ampun, Kouta! Nilai 30 ini apaan?!"

"Kak, soal-soalnya itu beda jauh sama yang di buku, aku bingung!" Kouta mencoba membela diri dengan sejuta alasannya. Padahal memang dasarnya dia yang malas belajar matematika. Matematika ibarat musuh untuk Kouta. " Ya kalau sama kayak di buku enak kamunya tinggal nyontek doang!" balas Akira, "lagian meskipun angkanya beda rumusnya kan sama. Masa gitu aja kamu nggak bisa? Sampe kiamat juga rumus matematika itu lagi itu lagi."

"Ya tapi kan kapasitas otakku nggak memenuhi ketentuan," gumam Kouta.

"Jangan ngedumel kayak tawon kurang makan!" sentak Akira lagi. Kouta mingkem, dia tidak berani lagi melawan Akira yang kalau marah persis tokoh antagonis di drama-drama cheesy. Doyan melotot dengan efek zoom-in zoom-out dan backsound simbal. "Pokoknya mulai hari ini komik, video game, sama laptopmu kakak sita," kata Akira sambil beranjak ke kamar Kouta yang rapinya ngalahin kamar cewek. Komik kececeran di lantai, kaos ada di segala penjuru kamar, sepatu geletakan di sudut kamar, ditambah laptop yang dengan nyamannya di kolong kasur, rapi, kan?

"APA?!" Kouta tersentak, dia langsung menahan Akira yang mulai mengemasi komik-komik dan video gamenya termasuk laptop. "Kak, jangan disita dong, Kak," Kouta mulai merengek sambil menghentak-hentakkan kakinya manja, "hidupku hampa tanpa semua itu, kak."

"Halah lebai," balas Akira cuek, "kalau kamu mau semua ini balik, bagusin dulu nilai matematikamu. Beres, kan?" 'Beres gigimu ompong,' batin Kouta sebal, 'otak gue bisa meledak kalau kebanyakan baca buku matematika.' "Yaudah aku belajar, Kak," kata Kouta, "tapi balikin komik-komik, game, sama laptopku." "Kalau nilaimu bagus ntar aku balikin semua," Akira tersenyum penuh kemenangan.

Kouta menghela napas. Repot ngelawan cewek keras kepala kayak Akira. Akira menatap Kouta yang melemas, sedikit perasaan bersalah menyelip ke hatinya. Dia sebenarnya tidak tega melihat adik semata wayangnya tidak bersemangat seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi? Kalau dia tidak tegas, Kouta tidak akan terpacu untuk memperbaiki nilai matematikanya. Akira tidak mau Kouta tidak lulus ujian kelulusan hanya karena nilai matematikanya jeblok. 'Aku tahu sebentar lagi kamu bakal semangat belajar,' batin Akira, 'kamu cuma butuh sedikit gertakan biar semangat.'
>>>
"BHUAHAHAHAHAAAAAAAA!!!!" tawa Rat membahana di markas geng Gaim, gengnya Kouta dan kawan-kawan. "Sialan," dengus Kouta, "temennya kesusahan malah diketawain. Untung elo temen gue, kalau bukan udah gue mutilasi lo." "Elo juga sih pake acara males belajar matematika," komentar Chucky, "coba elo rajin dan nilai lo bagus, Kak Akira nggak akan nyita barang-barang berharga lo itu." "Ya elo kan tahu sendiri," balas Kouta, "liat sampul depan buku matematika aja gue udah males duluan, gimana mau belajar?"

"Nah itu dia," suara Yuuya, satu-satunya mahasiswa di geng itu (mahasiswa mainnya sama anak SMA), "itu semua karena sugestimu sendiri. Kamu yang selalu mikir kalau kamu nggak suka matematika, akhirnya kamu bawaannya males terus. Coba, deh, sekali-sekali kamu coba buat seneng sama matematika. Pasti kamu semangat belajar lagi."

"Kak," suara mencicit Mai mengalihkan perhatian Kouta.

"Iya?" balas Kouta.

"Semangat, Kak. Hidup ini emang sulit. Sesulit niat Kak Kouta buat suka sama pelajaran matematika."

Krik.

"BWUAHAHAHAHAHAAAAAAA!!!!"

Kouta hanya sweatdrop menatap adik kelasnya yang imut-imut kayak boneka ini. Dan Mai tersenyum seakan tanpa dosa. "Yaudah gini aja," kata Rika yang daritadi asyik main Uno dengan Micchy, "sebagai rasa solidaritas tanpa batas kita bakal bantuin elo. Kita bakal ngajarin elo matematika sampe nilai-nilai lo bagusan dikit. Gimana?" Mendengar ucapan Rika, Kouta langsung mengangguk semangat. Yuuya menyahut, "Bagus itu. Biasanya materi bakal lebih nyantel kalau belajarnya sama temen sendiri. " Chucky mengangguk semangat, setuju dengan pernyataan Rika. "Aku juga bakal bantu," kata Micchy, "kalo perlu aku bakal minta Kak Takatora buat nyariin guru les matematika terbaik buat Kak Kouta." "Nggak usah," kata Rika, "Micchy kamu kan juga pinter matematika. Kamu juga bantuin kita. Kamu yang jadi guru les buat Kouta. Mai juga boleh."

Kouta antara terharu dan tengsin sebenarnya. Terharu karena niat tulus teman-temannya membantunya belajar matematika, tengsin karena dia bakal diajari oleh Mai dan Micchy yang notabene adalah adik kelasnya. Tapi demi komik laptop video game, Kouta akan semangat buat belajar.

Sementara yang lain sibuk mengoceh tentang metode seperti apa yang akan diterapkan untuk mengajari Kouta matematika, Rat hanya menatap datar semuanya. 'Lo semua bakal nyesel udah ngomong gitu,' batin Rat sambil mengunyah roti. Tapi dia juga akan membantu Kouta keluar dari kesulitannya. Hei, sahabat itu akan selalu membantu sekalipun yang dibantu otaknya minimum, kan?
>>>
2 minggu kemudian................ 

Suasana tegang memenuhi ruang geng Gaim. Kouta, Mai, Micchy, Yuuya, Rat, Rika, dan Chucky duduk mengitari meja bundar dengan mata terbelalak dan napas tertahan. Yuuya yang tampak tenang, tapi mata tidak bisa berbohong. Dia jelas ikut tegang sekarang. Meja bundar itu kosong, hanya ada sebuah amplop yang menjadi sumber ketegangan mereka. Amplop itu berisi nilai ujian Kouta. Hanya uji coba sebetulnya, tapi tetap saja nilai ini yang akan menunjukkan hasil belajar Kouta selama 2 minggu terakhir.

Yang ujian Kouta yang tegang satu geng.

Itulah fungsi persahabatan. Tegang bareng-bareng, seneng bareng-bareng, tapi mati nggak akan bareng-bareng.

 "Gue buka," suara Kouta membuat yang lain tambah jedag jedug tidak karuan. Perlahan tangan Kouta mengambil amplop itu, membukanya dan mengambil selembar kertas dari dalamnya. Perlahan Kouta membuka lipatan kertas itu, matanya dan yang lain langsung tertuju pada nilai matematika yang tertera di barisan terbawah.

Matematika : 35

Siiiiinnggggggg.........

"KOUTA!!"

Detik berikutnya Yuuya dan Rat harus menahan Chucky dan Rika yang mengamuk gara-gara nilai Kouta hanya meningkat 5 poin. 5 poin, saudara-saudara sekalian! Luar biasa sekali, kan, Kouta kita tersayang ini? Sementara itu Micchy dan Mai malah sibuk menikmati popcorn di sudut ruangan. Ya itu karena mereka tidak terlalu berkontribusi mengajari Kouta. Dua anak ini hanya bantu doa, dan rupanya doa mereka masih belum didengar. Mungkin nanti. "Dua minggu dan elo cuma naik 5 poin?!" teriak Chucky, "ya ampun, Kouta! Elo baca materi yang kita bikinin nggak, sih?!"

"Baca kok!" balas Kouta tak mau kalah, "cuma pas ujian lupa semua."

 "AKU TAU!"

Suara Micchy menghentikan keributan, dalam hati Yuuya dan Rat bersyukur anak ini bisa membantu menghentikan amukan dua cewek ini. "Aku tau siapa yang bisa ngajarin Kak Kouta," Micchy sangat bersemangat, "dan aku jamin nilai Kak Kouta bakal langsung bagus. Orang ini pinter banget matematikanya, dia juga punya metode yang pasti bikin Kak Kouta semangat belajar." Micchy menatap Mai dengan senyum cerahnya, "Kamu tau siapa yang aku maksud, sayangku."

Mai langsung tersenyum cerah, dia juga mendadak semangat. "Iya dia bisa!" Mai loncat-loncat kayak anak cewek dapet boneka barbie, "dia pasti bisa. Kak Kouta belajar sama dia aja."

"Siapa yang kamu maksud, Micchy?" tanya Rat.

Micchy tersenyum semakin lebar. "Kak Yuuya tau siapa yang aku maksud," katanya, "dia itu.........."

"INTERUPSI!" teriak Chucky, "Micchy! Tadi elo manggil Mai apa?! Sayangku?!" Micchy melongo, lalu dia nyengir penuh arti.

"Udah udah," kata Yuuya, "soal hubungan Micchy sama Mai ntar aja ngurusinnya. Jadi, maksud kamu siapa yang bisa ngajarin Kouta? Professor Ryouma? Bisa abis Kouta digamparin sama Minato kalo belajar disana."

"Yee, siapa juga yang mau ngumpanin Kak Kouta ke tante-tante galak kayak Minato," sahut Micchy, "kalo disana yang ada Kak Kouta bukannya belajar malah jadi kelinci percobaan buat penemuan-penemuannya Professor Ryouma."

Dan dua orang itu bersin di laboratorium mereka.

"Terus siapa dong?" tanya Kouta, "jangan bilang kakak lo yang bakal ngajarin gue."

Micchy menggeleng. Dia mengeluarkan senyum imut sejuta wattnya. "Kak Kaito yang bakal ngajarin Kak Kouta. Kak Yuuya pasti kenal, dong, sama Kak Kaito."
 ~To Be Continued~

Selasa, 20 Mei 2014

Farewell Duizhang Kris.............. Maybe??



Well, ini satu rumor yang bener-bener mengguncang EXOFans seluruh dunia. Yep, berita soal Kris melayangkan gugatan kepada SM Entertainment. Beberapa waktu lalu, berita Kris keluar dari EXO kembali terdengar. Jujur aja aku nggak terlalu nganggep serius, soalnya aku tahu berita itu dari salah satu fanspage. Aku pikir itu berita lama yang diungkit lagi. Basi ah. Tapi dari fanspage lain juga muncul berita yang sama, dan temen-temen EXOFansku juga galau sendiri. Setelah aku cari, muncul berita Kris melayangkan gugatan ke SM Entertainment terkait kontraknya.

Jadi inget Hangeng.

Dan entah kebetulan atau apa, di portal berita itu ditulis kalau pengacara yang menangani Kris itu pengacara yang sama dengan yang menangani Hangeng dulu. Kok bisa sama, ya? Dan berita itu udah kayak jamur kayu tua, nyebarnya cepet banget. Semua fanspage EXO ngomongin hal itu, termasuk fanspage antis. Ya bisa dibayangin dua fanspage itu menampilkan berita Kris hengkang dari EXO dengan dua perasaan yang bertolak belakang. Yang satu galau sampe bikin hastag #WeBelieveInYouKris yang satu senengnya luar biasa gara-gara Kris out.

Aku pribadi sempet sedih juga Kris keluar dari EXO, karena gimanapun juga Kris itu salah satu member favorit aku di EXO. Siapa lagi yang punya leader songong, tonggos, aneh, dan absurd kalo bukan EXO? Sempet ada yang bilang gini, "Kalo Kris keluar ntar EXO pincang, kan tiang listriknya ilang satu."

...........

Tapi ada sedikit keanehan disini. Dari beberapa portal berita, ada kejanggalan soal konfirmasi dari pihak manajemen. Di satu portal berita ada yang mengkonfirmasi kalau Kris MEMANG melayangkan gugatan dan sekarang dia sedang dibujuk untuk menarik kembali tuntutannya. Tapi di portal berita berbeda pihak SM menyatakan kalau TIDAK ADA gugatan apapun yang dilayangkan Kris. Nah lho. Mana nih yang bener hayoloh? Dan belakangan ada lagi berita yang bilang kalau itu sebenernya permainan staf SM yang juga melibatkan member EXO. Semacam dare. Jadi katanya, member EXO dikasih dare buat unfollow akun Instagram Kris (kejadian ini yang jadi semacam firasat kalau ada yang nggak beres dengan hubungan antar member EXO) dan staf akan menyebarkan isu kalau Kris keluar dari EXO. Memang saat itu beberapa member unfollow Instagram Kris, kecuali Baekhyun. Menurut cerita yang aku denger, cuma Baekhyun yang nggak mau unfollow Instagram Kris dan itu bikin dia berantem sama staf karena dia yang satu-satunya membelot dari permainan. Lalu ada lagi berita yang bilang kalau Kris update di Weibo dan bilang kalau dia nggak akan pernah meninggalkan EXO. Bingung? Sama saya juga.

Jadi mana yang bener?

Para EXOFans sendiri langsung kalang kabut nggak karuan, dan ada fanwar lagi antar fans sama antis. Mereka dengan gamblang membela Kris, dan antis menghina Kris adalah leader yang nggak bertanggungjawab karena ninggalin anak buahnya di EXO. Dan berita terakhir yang beredar, Kris dikabarkan benar-benar melayangkan gugatan karena 1) dia nggak dikasih ijin buat ketemu sama keluarganya dan 2) dia tengah menderita penyakit myocarditis (silahkan search di google). Dua kasus ini juga yang jadi dasar Hangeng keluar dari SJ dulu, kan?

Makin panik EXOFans.

Apapun keputusannya nanti, aku yakin itu emang jalan terbaik yang dipilih Kris. Kalau dia keluar, itu haknya. Dia punya hak untuk keluar dari EXO.

Ayo flashback ke belakang.

Dulu, SJ juga mengalami insiden serupa. Maaf kalau aku bawa-bawa SJ kesini, karena ini hanya menyamakan kasus aja. Dulu, Hangeng dengan menghebohkan keluar dari SJ, dan berita itu jadi perbincangan terheboh sampai tahun 2012 lalu waktu Hangeng dinyatakan menang di pengadilan ngelawan SM Entertainment. Tahu apa yang dilakukan ELF? Mereka sama seperti yang dilakukan EXOFans sekarang, sedih dan berharap kalau Hangeng cuma bercanda. Tapi sekeras apapun usaha fans menahan Hangeng, dia tetep keluar. Dia tetep sama pendiriannya buat hengkang dari SJ yang udah membesarkan namanya. Dan pada akhirnya ELF menerima keputusan Hangeng walaupun pasti masih ada rasa sedih kalau liat SJ di konser.

"Kalau kita nahan Hangeng, artinya kita justru nyiksa dia. Dia nggak tahan dengan kontrak budak SM, dia nggak boleh ketemu keluarganya dan sampe sakit karena banyak latihan. Belum lagi gaji yang dia dapet nggak seimbang sama kerja kerasnya. Bisa bayangin gimana tersiksanya Hangeng? Dia sayang banget sama keluarganya dan SM ngelarang dia pulang kampung. Hangeng pasti akan menomorsatukan keluarganya, sekarang kalau kalian jadi Hangeng apa kalian bakal tetep stay demi fans dan mengorbankan waktu buat keluarga? Enggak, kan?"

Tulisan diatas itu tulisannya salah satu temen ELFku. Dan emang bener. Hangeng nggak mungkin mengorbankan keluarganya demi karir. Buat apa dia terkenal kalau ketemu sama keluarganya aja nggak bisa?

Sekarang kita bahas Kris. Kita anggep Kris beneran hengkang dari EXO.

Kris sayang banget sama mamanya, dan itu sering dia ungkapkan. Mamanya adalah nomor satu buat dia. Dia harus nahan kangennya kepada sang mama selama dia berkarir di Korea. Jadi, ketika Kris lebih memilih mamanya daripada EXO, kalian mau marah? Mau nahan Kris? Nggak, kan? Kris juga pasti mikirin mateng-mateng keputusannya, nggak asal nyeruduk kayak banteng kepanasan. Dia juga pasti dihadapkan sama dua pilihan yang sulit, kalau bener dia menggugat SM. Dia harus milih, EXO atau keluarganya di Kanada. Dan aku bener-bener salut kalau dia milih hengkang. Bukan karena aku benci Kris, tapi karena aku salut sama dedikasinya buat keluarga. Dia tahu, tanpa keluarganya dia nggak akan jadi apa-apa.

Lalu soal dia sakit myocarditis. Kalian tahu myocarditis itu apa?? Myocarditis adalah
kondisi peradangan pada myocardium. Myocardium adalah lapisan tengah dinding jantung. Lebih lengkapnya baca disini --> Myocarditis. Bisa dibayangin gimana kondisinya Kris andai dia emang mengidap penyakit itu? Kalian para fans yang mengaku menyayangi Kris, gimana tanggapan kalian? Masih mau nahan Kris? Kalian mikir nggak gimana keadaannya? Kalau kalian masih ngotot nahan Kris dengan kondisinya yang tertekan, artinya kalian nggak sayang sama Kris. Kalian egois, hanya memikirkan hasrat mata dan fangirling kalian.

Silahkan sebut aku antifans atau apapun. Aku juga sedih kalau tahu Kris bakal hengkang. Nggak ada yang bisa nyamain Kris dan gaya kepemimpinannya yang kadang absurd itu. Kris hanya satu. Wu Yi Fan cuma satu. Semua EXOFans pasti kehilangan Kris aku tahu itu. Tapi kita harus bisa ngerelain dia pergi. Kris punya kehidupan, dia berhak menentukan kemana dia akan pergi. Hidupnya nggak hanya seputar fans dan EXO, guys. Cobalah buat nerima apapun keputusan Kris. Kalau dia mutusin buat keluar, relain aja. Kita sebagai fans nggak punya hak apapun untuk mengatur kehidupan Kris.

Farewell, Duizhang Kris..................
Maybe?

Rabu, 14 Mei 2014

Surat Untuk Sahabat (Japanese)

私の親友....
ご存知でしたか?
あなたは私の皮肉のない世界に直面することができます最初の人
私は怒りのない世界に直面することを可能にする
私は憎しみ疑い、涙、およびすべての否定性のない世界に直面することを可能にする

Watashi no shin'yū.... Gozonjideshita ka? Anata wa watashi no hiniku no nai sekai ni chokumen suru koto ga dekimasu saisho no hitoda Watashi wa ikari no nai sekai ni chokumen suru koto o kanō ni suru Watashi wa nikushimi, utagai, namida, oyobi subete no hitei-sei no nai sekai ni chokumen suru koto o kanō ni suru sahabatku....
apa kau tahu?
kau adalah orang pertama yang membuatku bisa menatap dunia tanpa kesinisan
yang membuatku bisa menatap dunia tanpa kemarahan
yang membuatku bisa menatap dunia tanpa kebencian, kecurigaan, airmata, dan segala kenegatifan






あなたのおかげで私は再び笑うことができます
あなたのおかげで、私は私が考えたすべてが死んでいたが再び幸せを見つける
あなたはどのように新しい誰か笑顔にする方法開くことそして他の人に善意引き受ける方法を教え
あなたは私が間違って行うときにタスクに私を取る、などIを行います
私たちは、お互い補完を守るいつも一緒
このようなことを私たちの友情

Anata no okage de, watashi wa futatabi warau koto ga dekimasu Anata no okage de, watashi wa watashi ga kangaeta subete ga shinde itaga futatabi shiawase o mitsukeru Anata wa dono yō ni atarashī dareka ni egao ni suru hōhō, hiraku koto, soshite hokanohito ni zen'i o hikiukeru hōhō o oshie Anata wa watashi ga machigatte okonau toki ni tasuku ni watashi o toru, nado I o okonaimasu Watashitachiha, otagai hokan o mamoru, itsumoissho Kono yōna koto o watashitachi no yūjō
berkat dirimu, aku bisa tertawa lagi
berkat dirimu, aku menemukan lagi semua kebahagiaan yang dulu kukira sudah mati
kau mengajariku bagaimana membuka diri, bagaimana tersenyum kepada orang baru, dan bagaimana berprasangka baik kepada orang lain
kau akan menegurku saat aku berbuat salah, dan aku juga begitu
kita selalu bersama, saling melindungi dan melengkapi
seperti itulah persahabatan kita




それは永遠である一つのことではありません
私たちの友情を含む
我々は年を取るときに我々は我々の考え方の違いをたくさんを実現するために始めたときそれはです
私は、違いはもっと私たちを結びつけるになると思う
我々はお互いを補完できるように、違いがありません
どうやらそれは、私たちの友情には適用されません
私たちは実際にいるための考え方の違いにより分離
あなたがそれを好き私はそれが好き

Sore wa eiendearu hitotsu no kotode wa arimasen Watashitachi no yūjō o fukumu Wareware wa toshi o toru toki ni wareware wa wareware no kangaekata no chigai o takusan o jitsugen suru tame ni hajimeta toki, sorehadesu Watashi wa, chigai wa motto watashitachi o musubitsukeru ni naru to omou Wareware wa otagai o hokan dekiru yō ni, chigai ga arimasen? Dōyara sore wa, watashitachi no yūjō ni wa tekiyō sa remasen Watashitachi wa jissai ni iru tame no kangaekata no chigai ni yori bunri Anata ga sore o suki, watashi wa sore ga suki
tapi memang tidak ada satupun hal yang abadi
termasuk persahabatan kita
saat kita beranjak dewasa, saat itulah kita mulai menyadari banyak sekali perbedaan pola pikir kita
kukira perbedaan itu akan semakin menyatukan kita
bukankah perbedaan ada agar kita bisa saling melengkapi?
tapi rupanya itu tidak berlaku untuk persahabatan kita
kita justru terpisah karena perbedaan pola pikir
kau seperti ini, aku seperti itu





あなたが知っている
私たちは、この中に生きてきたものを維持できる限り頑張った
私も脇に私の本当の文字を入れて、あなたが望むようになろうとしました
そしてあなたはそれが行ったの知っていますか?
無残に失敗しました。
私がイライラしてる
私は自分自身に腹を立てていた
そして自分自身に
あなたは完全に自分自身を受け入れることができないので、私はあなたが本当の友達じゃないと思う
時間をかけて私はあなたが常にあなたが望む誰かに私を変更し実現
私は自分の正体を示し始めたときあなたが怒って、私は罪悪感を感じるになるだろう
私はあなたが欲しいすべてに従います

Anata ga shitte iru? Watashitachiha, kono naka ni ikite kita mono o iji dekiru kagiri ganbatta Watashi mo waki ni watashi no hontō no moji o irete, anata ga nozomu yō ni narou to shimashita Soshite anata wa sore ga okonatta no ka shitte imasu ka? Muzan ni shippai shimashita. Watashi ga iraira shi teru Watashi wa jibun jishin ni hara o tatete ita Soshite jibun jishin ni Anata wa kanzen ni jibun jishin o ukeireru koto ga dekinainode, watashi wa, anata ga hontō no tomodachi janai to omou Jikan o kakete watashi wa anata ga tsuneni anata ga nozomu dareka ni watashi o henkō shita jitsugen Watashi wa jibun no shōtai o shimeshi hajimeta toki, anata ga okotte, watashi wa zaiaku-kan o kanjiru ni narudarou Watashi wa anatagahoshī subete ni shitagaimasu
kau tahu?
aku berusaha sekeras mungkin mempertahankan apa yang sudah kita jalani selama ini
aku bahkan berusaha untuk mengesampingkan karakter asliku dan menjadi seperti yang kau inginkan
dan kau tahu bagaimana hasilnya?
gagal total
aku frustrasi
aku marah kepada diriku sendiri
dan kepada dirimu
aku berpikir kau bukan sahabat yang sesungguhnya, karena kau tidak bisa menerima diriku sepenuhnya
seiring waktu aku menyadari kau selalu merubahku menjadi sosok yang kau inginkan
jika aku mulai menampakkan karakter asliku, kau akan marah dan membuatku merasa bersalah
jadi aku akan menuruti semua maumu




私は私の言葉を傷つけることを申し訳ありません
ごめんなさい
私はあなたが思ったほど良くないです実現
私は自分自身であることときには近づかない
あなたは、私はあなたが持っている最悪の友人だったと述べ
あなたは、傷害が、私はそれを聞いた方法を知っている
私は最初からやり直すたかったその瞬間
あなたはそれを拒否
あなたは私にあなたの敵を作ることにしました

Watashi wa watashi no kotoba o kizutsukeru koto o mōshiwakearimasen Gomen'nasai Watashi wa anata ga omotta hodo yokunaidesu jitsugen Watashi wa jibun jishindearu kotoda tokiniha chikadzukanai Anata wa, watashi wa anata ga motte iru saiaku no yūjindatta to nobe Anata wa, shōgai ga, watashi wa sore o kiita hōhō o shitte iru Watashi wa saisho kara yarinaosutakatta sono shunkan Anata wa sore o kyohi Anata wa watashi ni anata no teki o tsukuru koto ni shimashita
maafkan ucapanku yang menyakitimu
maafkan aku
tapi aku menyadari kau tidak sebaik yang kupikirkan
saat aku menjadi diriku sendiri, kau menjauhiku
dan kau mengatakan aku adalah sahabat terburuk yang kau punya
kau tahu betapa terlukanya aku mendengar itu
padahal saat itu aku ingin memulai semuanya dari awal lagi
dan kau menolaknya
kau memutuskan untuk menjadikanku musuhmu





ああ....
私が何を書き留めているかわからない
あなたは何を知っていますか?
私は今泣いてる
私はあなたが私を与えたすべての思い出のために泣いた
この友情を維持することはできません泣きながら無知
あなたも泣いていましたか?
また、私たちの友情のすべてのストーリーを覚えているのか

Ā.... Watashi ga nani o dare kakitomete iru ka wakaranai Anata wa nani o shitte imasu ka? Watashi wa ima nai teru Watashi wa anata ga watashi o ataeta subete no omoide no tame ni naita Kono yūjō o iji suru koto wa dekimasen nakinagara muchi Anata mo naite imashita ka? Mata, watashitachi no yūjō no subete no sutōrī o oboete iru no ka?
ah....
aku tidak tahu harus menuliskan apa lagi
kau tahu tidak?
aku menangis sekarang
aku menangisi semua kenangan yang kau berikan untukku
menangisi kebodohanku yang tidak bisa mempertahankan persahabatan ini
apa kau juga menangis?
apa kau juga sedang mengenang semua cerita persahabatan kita?





どのようなすべてが再び戻って行くことができますか?
私は今、我々は再び連絡をされていませんでした知っている
何も起こらなかったかのように、
私が会ったし、あなたを知っていることがなかったかのように、
私は1日に我々は再び会うことを知っている
いつそれが起こる
我々は再び会うときには、私はあなたが私よりも良い友人を見つけた願っています
そして私はまた私の新しい親友を見つける
その日が来るとき私は、我々が使用されるすべてのストーリーについて私たちが一緒に座ることができます願っていますし、思い出

Dono yōna subete ga futatabi modotte iku koto ga dekimasu ka? Watashi wa ima, wareware wa futatabi renraku o sa rete imasendeshita chi tte iru Nani mo okoranakatta ka no yō ni, Watashi ga attashi, anata o shitte iru koto ga nakatta ka no yō ni, Watashi wa 1-nichi ni wareware wa futatabi au koto o shitte iru Itsu sore ga okoru Wareware wa futatabi au tokiniha, watashi wa anata ga watashi yori mo yoi yūjin o mitsuketa negatte imasu Soshite watashi wa mata watashi no atarashī shin'yū o mitsukeru Sonohi ga kuru toki, watashi wa, wareware ga shiyō sa reru subete no sutōrī ni tsuite watashitachi ga issho ni suwaru koto ga dekimasu negatte imasushi, omoide
apa semua bisa kembali lagi?
aku tahu sekarang kita sudah tidak pernah berhubungan lagi
seakan tidak ada yang terjadi
seakan aku tidak pernah bertemu dan mengenalmu
tapi aku tahu suatu saat kita akan bertemu lagi
entah kapan itu terjadi
dan saat kita bertemu lagi, kuharap kau sudah menemukan sahabat yang lebih baik dariku
dan aku juga akan menemukan sahabat baruku
saat hari itu datang, aku harap kita bisa duduk berdua dan mengenang semua kisah kita dulu




さようなら私の友人
楽しく暮らす
あなたは私を忘れたい場合単にそれを行う
私はもうあなたを保持しませ
あなたは私の敵を検討したい場合には単にそれを行う
私は禁止するつもりはない
出発を同行する私のメッセージ
二度と私のような人と友達になりません
または、二度目の傷つける
どのような文字を理解することができる友人を探す
誰がして調整することができます
あなたが見つけた場合には
私は残すように好転しようとしていた
しかし限り、あなたは発見していないように
私は遠くからあなたを見ておこう
あなたは大丈夫です確認してください

 Sayōnara watashi no yūjin Tanoshiku kurasu Anata wa watashi o wasuretai baai, tan'ni sore o okonau Watashi wa mō anata o hoji shimasen Anata wa watashi no teki o kentō shitai baai ni wa, tan'ni sore o okonau Watashi wa kinshi suru tsumori wanai Shuppatsu o dōkō suru watashi no messēji Nidoto watashi no yōna hito to tomodachi ni narimasen Matawa, futatabime no kizutsukeru Dono yōna moji o rikai suru koto ga dekiru yūjin o sagasu Dare ga shite chōsei suru koto ga dekimasu Anata ga mitsuketa baai ni wa Watashi wa nokosu yō ni kōten shiyou to shite ita Shikashi kagiri, anata wa hakken shite inai yō ni Watashi wa tōku kara anata o mite okou Anata wa daijōbudesu kakuninshitekudasai
 selamat tinggal sahabatku
hiduplah dengan bahagia
kalau kau mau melupakanku, lakukan saja
aku tidak akan menahanmu lagi
kalau kau mau menganggapku musuhmu, lakukan saja
aku tidak akan melarangnya
satu pesanku untuk mengiringi kepergianmu
jangan pernah bersahabat dengan orang sepertiku lagi
atau kau akan terluka untuk kedua kalinya
carilah sahabat yang bisa mengerti bagaimana karaktermu
yang bisa menyesuaikan diri denganmu
kalau kau sudah menemukannya
aku baru akan berbalik meninggalkanmu
tapi selama kau belum menemukannya
aku akan tetap mengamatimu dari jauh
memastikan kau baik-baik saja




さようなら
私はあなたを愛して

Sayōnara Watashi wa anata o aishite
selamat tinggal
aku mencintaimu





暖かい挨拶かつての友人
 Attakai aisatsu, katsute no yūjin
salam hangat, mantan sahabatmu 

Surat Untuk Sahabat (Chinese)

我最好的朋友....
你知道吗?
你是谁可以让面对这个世界没有玩世不恭的第一人
使我能够面对这个世界没有愤怒
使我能够面对这个世界没有仇恨,猜疑,眼泪和所有的负面情绪

Wǒ zuì hǎo de péngyǒu....
Nǐ zhīdào ma?
Nǐ shì shuí kěyǐ ràng wǒ miàn duì zhège shìjiè méiyǒu wánshìbùgōng de dì yī rén
Zhè shǐ wǒ nénggòu miàn duì zhège shìjiè méiyǒu fènnù
Zhè shǐ wǒ nénggòu miàn duì zhège shìjiè méiyǒu chóuhèn, cāiyí, yǎnlèi, hé suǒyǒu de fùmiàn qíngxù
sahabatku....
apa kau tahu?
kau adalah orang pertama yang membuatku bisa menatap dunia tanpa kesinisan
yang membuatku bisa menatap dunia tanpa kemarahan
yang membuatku bisa menatap dunia tanpa kebencian, kecurigaan, airmata, dan segala kenegatifan





感谢你,我可以再笑
感谢找到幸福再次所有我想死了
你教我如何开拓如何微笑新的人以及如何承担诚信给别人
你会带我去工作时我做错了我也如此。
我们永远在一起互相保护
这样,我们的友谊

Gǎnxiè nǐ, wǒ kěyǐ zài xiào
Gǎnxiè nǐ, wǒ zhǎodào xìngfú zàicì suǒyǒu wǒ xiǎng sǐle
Nǐ jiào wǒ rúhé kāità, rúhé wéixiào zài xīn de rén, yǐjí rúhé chéngdān chéngxìn gěi biérén
Nǐ huì dài wǒ qù gōngzuò shí wǒ zuò cuòle, wǒ yě rúcǐ.
Wǒmen yǒngyuǎn zài yīqǐ, hùxiāng bǎohù hé bǔ
Zhèyàng, wǒmen de yǒuyì
berkat dirimu, aku bisa tertawa lagi
berkat dirimu, aku menemukan lagi semua kebahagiaan yang dulu kukira sudah mati
kau mengajariku bagaimana membuka diri, bagaimana tersenyum kepada orang baru, dan bagaimana berprasangka baik kepada orang lain
kau akan menegurku saat aku berbuat salah, dan aku juga begitu
kita selalu bersama, saling melindungi dan melengkapi
seperti itulah persahabatan kita





但它不是一件事是永恒的
包括我们的友谊
当我们变老我们开始在我们的思维认识有很大的区别
我觉得差别会更加把我们团结在一起
没有区别,这样我们就可以互相补充
但显然并不适用于我们的友谊
我们实际上是因为心态的差异分离
你喜欢它我喜欢它

Dàn tā bùshì yī jiàn shì shì yǒnghéng de
Bāokuò wǒmen de yǒuyì
Dāng wǒmen biàn lǎo, dāng wǒmen kāishǐ zài wǒmen de sīwéi rènshi yǒu hěn dà de qūbié de
Wǒ juéde chābié huì gèngjiā bǎ wǒmen tuánjié zài yīqǐ
Méiyǒu qūbié, zhèyàng wǒmen jiù kěyǐ hùxiāng bǔchōng?
Dàn xiǎnrán tā bìng bù shìyòng yú wǒmen de yǒuyì
Wǒmen shíjì shang shì yīn wéi xīntài de chāyì fēnlí
Nǐ xǐhuan tā, wǒ xǐhuan tā
tapi memang tidak ada satupun hal yang abadi
termasuk persahabatan kita
saat kita beranjak dewasa, saat itulah kita mulai menyadari banyak sekali perbedaan pola pikir kita
kukira perbedaan itu akan semakin menyatukan kita
bukankah perbedaan ada agar kita bisa saling melengkapi?
tapi rupanya itu tidak berlaku untuk persahabatan kita
kita justru terpisah karena perbedaan pola pikir
kau seperti ini, aku seperti itu




你知道吗?
我试图尽可能的努力保持我们在这
我什至试图抛开我真正的性格和如你所愿
你知道它是怎么
惨败
我很沮丧
很生气,因为我自己
给自己
我觉得你不是一个真正的朋友因为你不能接受我自己完全
随着时间的推移,我意识到你总是给我兑换成你想要的人
当我开始展现我真正的性格会生气,让我感到内疚
所以我会遵守所有你想要

Nǐ zhīdào ma?
Wǒ shìtú jǐn kěnéng de nǔlì bǎochí wǒmen zài zhè zhù
Wǒ shén zhì shìtú pāo kāi wǒ zhēnzhèng dì xìnggé hé rú nǐ suǒ yuàn
Nǐ zhīdào tā shì zěnme qù?
Cǎnbài
Wǒ hěn jǔsàng
Wǒ hěn shēngqì, yīnwèi wǒ zìjǐ
Bìng jǐ zìjǐ
Wǒ juéde nǐ bùshì yīgè zhēnzhèng de péngyǒu, yīnwèi nǐ bùnéng jiēshòu wǒ zìjǐ wánquán
Suízhe shíjiān de tuīyí, wǒ yìshí dào nǐ zǒng shì gěi wǒ duìhuàn chéng nǐ xiǎng yào shuí de rén
Dāng wǒ kāishǐ zhǎnxiàn wǒ zhēnzhèng dì xìnggé, nǐ huì shēngqì, ràng wǒ gǎndào nèijiù
Suǒyǐ wǒ huì zūnshǒu suǒyǒu nǐ xiǎng yào
kau tahu?
aku berusaha sekeras mungkin mempertahankan apa yang sudah kita jalani selama ini
aku bahkan berusaha untuk mengesampingkan karakter asliku dan menjadi seperti yang kau inginkan
dan kau tahu bagaimana hasilnya?
gagal total
aku frustrasi
aku marah kepada diriku sendiri
dan kepada dirimu
aku berpikir kau bukan sahabat yang sesungguhnya, karena kau tidak bisa menerima diriku sepenuhnya
seiring waktu aku menyadari kau selalu merubahku menjadi sosok yang kau inginkan
jika aku mulai menampakkan karakter asliku, kau akan marah dan membuatku merasa bersalah
jadi aku akan menuruti semua maumu




我很抱歉,我的伤害了
对不起
我知道并不像我想象的那么好
当我做回我自己走就走
说我是最糟糕的朋友,你
知道是怎么我听到了
当我想重新开始的那一刻
而你拒绝它
你决定让我成为你的敌人

Wǒ hěn bàoqiàn, wǒ dehuà shānghàile
Duìbùqǐ
Dàn wǒ zhīdào nǐ bìng bù xiàng wǒ xiǎngxiàng dì nàme hǎo
Dāng wǒ zuò huí wǒ zìjǐ, nǐ zǒu jiù zǒu
Nǐ shuō wǒ shì zuì zāogāo de péngyǒu, nǐ yǒu
Nǐ zhīdào shì zěnme shāng wǒ tīng dàole
Dāng wǒ xiǎng chóngxīn kāishǐ dì nà yīkè
Ér nǐ jùjué tā
Nǐ juédìng ràng wǒ chéngwéi nǐ de dírén
maafkan ucapanku yang menyakitimu
maafkan aku
tapi aku menyadari kau tidak sebaik yang kupikirkan
saat aku menjadi diriku sendiri, kau menjauhiku
dan kau mengatakan aku adalah sahabat terburuk yang kau punya
kau tahu betapa terlukanya aku mendengar itu
padahal saat itu aku ingin memulai semuanya dari awal lagi
dan kau menolaknya
kau memutuskan untuk menjadikanku musuhmu





啊....
不知道该写下什么
你知道吗?
现在我哭了
我哭了给我的回忆
哭泣的无知,不能维持这种友谊

记得什么我们友谊的所有的故事

A....
Wǒ bù zhīdào gāi xiě xià shénme
Nǐ zhīdào ma?
Xiànzài wǒ kūle
Wǒ kūle nǐ gěi wǒ de huíyì
Kūqì de wúzhī, bùnéng wéichí zhè zhǒng yǒuyì
Nǐ hái kū?
Nǐ hái jìde shénme wǒmen yǒuyì de suǒyǒu de gùshì?
h....
aku tidak tahu harus menuliskan apa lagi
kau tahu tidak?
aku menangis sekarang
aku menangisi semua kenangan yang kau berikan untukku
menangisi kebodohanku yang tidak bisa mempertahankan persahabatan ini
apa kau juga menangis?
apa kau juga sedang mengenang semua cerita persahabatan kita?





什么都可以回去了吗?
现在我知道,我们已经没有在再次接触
仿佛什么都没有发生
就好像从来没有见过认识你
但我知道有一天我们会再见面
每当它发生
而当我们再见面我希望你找到一个更好的朋友比我
而我也可以找到我的新最好的朋友
当这一天到来的时候,希望我们能坐在一起,追忆所有我们曾经故事

Shénme dōu kěyǐ huíqùle ma?
Xiànzài wǒ zhīdào, wǒmen yǐjīng méiyǒu zài zàicì jiēchù
Fǎngfú shénme dōu méiyǒu fāshēng
Jiù hǎoxiàng wǒ cónglái méiyǒu jiànguò hé rènshi nǐ
Dàn wǒ zhīdào yǒu yītiān wǒmen huì zài jiànmiàn
Měi dāng tā fāshēng
Ér dāng wǒmen zài jiànmiàn, wǒ xīwàng nǐ zhǎodào yīgè gèng hǎo de péngyǒu bǐ wǒ
Ér wǒ yě kěyǐ zhǎodào wǒ de xīn zuì hǎo de péngyǒu
Dāng zhè yītiān dàolái de shíhou, wǒ xīwàng wǒmen néng zuò zài yīqǐ, zhuīyì suǒyǒu wǒmen céngjīng de gùshì
apa semua bisa kembali lagi?
aku tahu sekarang kita sudah tidak pernah berhubungan lagi
seakan tidak ada yang terjadi
seakan aku tidak pernah bertemu dan mengenalmu
tapi aku tahu suatu saat kita akan bertemu lagi
entah kapan itu terjadi
dan saat kita bertemu lagi, kuharap kau sudah menemukan sahabat yang lebih baik dariku
dan aku juga akan menemukan sahabat baruku
saat hari itu datang, aku harap kita bisa duduk berdua dan mengenang semua kisah kita dulu





再见了我的朋友
快乐地生活
如果你想忘记只要做到这一点
我不会你了
如果你愿意考虑你的敌人只要做到这一点
我不会禁止
我的消息出发
永远不要做朋友我这样的人
否则你会伤害第二次
朋友谁能够理解字符
谁可以与调整
如果您发现
我正要转身离开
但只要你有没有发现
我会一直看着你从远方
确保你没事

Zàijiànle wǒ de péngyǒu
Kuàilè dì shēnghuó
Rúguǒ nǐ xiǎng wàngjì wǒ, zhǐyào zuò dào zhè yīdiǎn
Wǒ bù huì bào nǐle
Rúguǒ nǐ yuànyì kǎolǜ wǒ nǐ de dírén, zhǐyào zuò dào zhè yīdiǎn
Wǒ bù huì jìnzhǐ
Wǒ de xiāoxi péi chūfā
Yǒngyuǎn bùyào zuò péngyǒu wǒ zhèyàng de rén zài
Fǒuzé nǐ huì shānghài dì èr cì
Zhǎo péngyǒu shuí nénggòu lǐjiě zìfú
Shuí kěyǐ yǔ tiáozhěng
Rúguǒ nín fāxiàn
Wǒ zhèng yào zhuǎnshēn líkāi
Dàn zhǐyào nǐ yǒu méiyǒu fāxiàn
Wǒ huì yīzhí kànzhe nǐ cóng yuǎnfāng
Quèbǎo nǐ méishì
selamat tinggal sahabatku
hiduplah dengan bahagia
kalau kau mau melupakanku, lakukan saja
aku tidak akan menahanmu lagi
kalau kau mau menganggapku musuhmu, lakukan saja
aku tidak akan melarangnya
satu pesanku untuk mengiringi kepergianmu
jangan pernah bersahabat dengan orang sepertiku lagi
atau kau akan terluka untuk kedua kalinya
carilah sahabat yang bisa mengerti bagaimana karaktermu
yang bisa menyesuaikan diri denganmu
kalau kau sudah menemukannya
aku baru akan berbalik meninggalkanmu
tapi selama kau belum menemukannya
aku akan tetap mengamatimu dari jauh
memastikan kau baik-baik saja





再见
我爱你

Zàijiàn
Wǒ ài nǐ
selamat tinggal
aku mencintaimu





温馨的问候一个以前的朋友
Wēnxīn de wènhòu, yīgè yǐqián de péngyǒu
salam hangat, mantan sahabatmu