Title : Double
Fandom : Kamen Rider
Author : Mickey
Genre : Masih belum diketahui
Cast :
Kouta
Kaito
Mai
Micchy
etc.,
~~~
YES I'M BACK!!! *semangat berlebihan
Ini episode 2, sembari nyelesaiin FF yang sempat terbengkalai....
Untung diingetin, kalo enggak pasti lupa total....
Enjoy!!
~~~
Yutaka sangat senang memeluk Gaku. Tapi dia agak heran melihat Gaku yang menatapnya seperti terkejut. Ah, Gaku pasti memang terkejut dengan kedatangannya. Sampai Yutaka menyadari sesuatu.
"Eh, kenapa kau memakai pakaian yang aneh seperti itu?" tanya Yutaka menunjuk pakaian Kouta, "kemana pakaian yang biasa kau pakai?"
"Gue kan emang biasanya make baju ini," jawabnya, "elo yang mabok. Ngapain coba dateng-dateng pake baju adat. Abis semedi dimana lo? Pake meluk-meluk lagi. Risih tauk."
Yutaka mengerutkan dahinya. Kenapa Gaku bicara sekasar itu kepadanya? "Gaku," Yutaka mengulurkan tangan ke pipi Kouta, "kenapa kau sekasar itu? Aku kan..."
Yutaka terkejut bukan main saat tangannya ditampik dengan kasar. "Gaku itu siapa sih?!" sentaknya, "gue bukan Gaku, Kaito! Gue Kouta! Wah, mabok ini anak. Jangan-jangan sake dua kerdus diabisin semua sama dia." Yutaka masih terkejut saat dia melanjutkan, "Denger, ya, Kaito. Semua temen lo nyariin lo sampe ke lubang semut, mereka kuatir sama elo. Mending elo pulang sana."
Yutaka menatap punggung Kouta yang menjauhinya. "Kouta?" gumamnya, "tunggu dulu. Sebenarnya dimana aku ini?" Yutaka menoleh ke sekeliling, dia menyadari kalau ada banyak bangunan berbentuk aneh di sekitarnya. "Ini bukan tempat tinggalku," ujarnya mulai panik, "aku dimana?" Yutaka menatap tangga yang tadi dilalui Kouta, dia mengerutkan dahi. "Aku yakin sekali itu Gaku," ujarnya, "itu Gaku. Dia pasti pura-pura tidak kenal aku."
~~~
Natsuru menghela napas, dia terbatuk dan berpegangan kepada dinding gua yang berlumut. "Merepotkan sekali Tuan Muda yang satu ini," gumamnya menggerutu, "tidak bisakah dia sehari saja tidak membuatku panik? Apa dia tidak tahu kalau aku yang selalu dimarahi Tuan Besar kalau terjadi apa-apa dengannya? Kenapa dia keras kepala sekali? Gaku, apa yang istimewa dari orang bernama Gaku itu? Kenapa Tuan Muda sampai bersikeras ingin menemuinya?" Natsuru berdiri, dia menghela napas dan berjalan pelan. "Sekarang aku harus mencarinya kemana?" gumamnya lagi, "sudah gelap. Matsuda juga pasti kebingungan." Natsuru menoleh ke belakang, dia tidak menemukan sosok Matsuda. Pasti dia mencari kearah lain.
"Natsuru."
Natsuru menoleh, dia waspada menyiapkan katananya. Natsuru agak melonggarkan kewaspadaannya melihat seorang berpakaian serba hitam mendekatinya. Mata Natsuru memicing, mencoba mengenali siapa yang mendekatinya. "Siapa kau?" tanya Natsuru, dia merasa mengenali suara itu. Sayang sekali suaranya teredam topeng yang dia kenakan.
"Aku tahu dimana Yutaka," ujarnya, "seseorang membawanya kearah sana tadi." Orang itu menunjuk sebuah arah.
"Siapa yang membawnaya?!" Natsuru panik, "katakan kepadaku! Akan kuhabisi dia membawa Tuan Muda ke hutan!"
Orang itu tertawa kecil. "Saat kau tiba disana, menunduklah dan ikuti jalannya," katanya, "kau akan menemukan Tuan Mudamu. Cepatlah."
Natsuru mengangguk, dia segera berlari kearah yang ditunjuk orang itu. Persetan dengan identitasnya, yang penting dia harus menemukan Tuan Muda dan membawanya pulang sebelum Tuan Besar dan Nyonya pulang. Kasihan Saku kalau harus terlalu lama mengalihkan perhatian.
Orang itu hanya menatap Natsuru yang menjauh dalam diam. Perlahan dia menghilang di balik mulut gua.
~~~
Kouta melangkah keluar apartmentnya, dia bersiul. Pagi ini, dia akan bekerja di Yggdrasill. Keren, ya, lulusan SMA kayak Kouta bisa kerja di perusahaan bonafid kelas Yggdrasill. Emang sih dia bisa disana gara-gara ada Micchy, semacam KKN lah. Tapi dia menunjukkan kesungguhannya dalam bekerja, makanya Takatora trenyuh dan menerimanya.
Jadi cleaning service.
Kouta turun tangga, hampir saja dia terpeleset saat melihat sosok yang mengenakan baju adat Jepang tertidur di dekat tumpukan tong sampah. 'Buset ini orang ngapain coba tidur disana?' batinnya, 'kenapa dia nggak balik aja sih ke markasnya?' Kouta mendekat, dia akan membangunkan Kaito saat menyadari wajah laki-laki itu pucat.
Seketika Kouta menyentuh dahi Kaito, dia panik seketika tahu Kaito demam. Dia langsung mengambil ponselnya, menelepon Zack.
'Ya halo.'
"Zack! Ini gue Kouta!"
'Iya gue tau, bantet. Nama lo ada di hape gue. Ada apa pagi-pagi nelepon?'
"Kaito! Dia demam!"
'Lho? Kaito sama elo?'
"Ntar aja ceritanya! Sekarang elo ke apartment gue, ambil bos lo ini!" Kouta menutup telepon, dia panik dan memangku kepala Kaito. "Duh elo sakit di tempat gue lagi," katanya gusar, "ntar disangkanya gue ngapa-ngapain elo lagi. Rese lo." Kouta merasa udara dingin, dia memutuskan membawa Kaito masuk dulu sambil menunggu Zack dan Peco datang.
(to be continued)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar