Selasa, 14 Oktober 2014

You And I : Over

Title : You And I
Subtitle : Over
Author : Mickey
Genre :Romance
Length : Oneshoot
Cast :
Hase Ryouji
Jonouchi Hideyasu
~~~
"Hase-Chan. Ayo buka mulut. Aaaaaa."

Hase tampak agak malu, tapi dia menuruti Jonouchi dan membuka mulutnya. Jonouchi dengan senang menyuapi Hase potongan demi potongan kue di kafe Charmant. Sungguh romantis, ya. Sesekali Jonouchi mengelap krim di ujung bibir Hase dengan saputangannya yang selalu wangi setiap saat setiap waktu itu.

"Aku bukan bayi, Jonouchi," kata Hase, "aku bisa makan sendiri. Liat, deh." Hase menyuap sepotong kue sendiri, lalu tersenyum seakan berkata gue-bisa-makan-sendiri.

Jonouchi berdecak, dia mengelap krim di ujung bibir Hase lagi. "Belepotan, tuh," katanya, "udah aku suapin. Biar romantis gitu. Masa kencan nggak ada romantis-romantisnya, sih." Hase menghela napas, dia akhirnya pasrah dengan perlakuan Jonouchi. Yah, seenggaknya lebih baik daripada kencan kayak Kaito sama Kouta yang jauuuuuuuh dari kesan romantis.

Nggak romantis orang selama kencan ribut melulu.

Selesai makan kue di kafe Charmant, Hase dan Jonouchi berjalan-jalan. Jonouchi menggandeng mesra lengan Hase, dan jujur saja Hase agak risih. "Jalannya biasa aja nggak usah gandengan," kata Hase sambil melepaskan pegangan tangan Jonouchi.

"Ih biar romantis tauk," kata Jonouchi, lalu kembali menggandeng tangan Hase. "Zack sama Peco nggak perlu gandengan buat keliatan romantis," balas Hase, "jadi nggak usah gandengan, ya. Please."

"Malu ya?"

Ming.

Hase melongo, dia mendadak panik melihat wajah Jonouchi yang mulai mengeluarkan aura mendung. "Bukan malu," Hase berusaha menjelaskan, "tapi...." "Yaudah kalo nggak malu," Jonouchi mendadak cerah dan menggandeng tangan Hase lagi.

Hase menghela napas. Iyain aja deh daripada ngambek.
~~~
Hase duduk lega di kursi markas Team Raid Wild. Setidaknya cuma disini dia bisa bebas dari segala keromantisan Jonouchi yang lebai itu. Hase jadi bingung, kok bisa ya dia jadian sama Jonouchi? Padahal harusnya dia bisa jadian sama Kaito, sama-sama berpenampilan ala preman. Serasi, kan.

Iya terus selama pacaran tawuran melulu.

"Eh, bayi Hase ngelamun," goda salah satu temannya, "kangen sama Mama Jonouchi, ya?" Teman-temannya yang lain tertawa, sementara Hase hanya mendengus menahan malu. Tuh, kan. Dia pasti digodain kayak gini. Males kan jadinya. Sejak dia jadian sama Jonouchi, semua memanggil dia 'Baby Hase' atau "Hase-Chan' niruin omongannya Jonouchi. Teman-temannya juga kadang menggodanya dengan pura-pura akan menyuapinya atau mengelap keringat di dahinya.

Semua gara-gara over romantisme dari Jonouchi.
~~~
"Baby Haseeeee," suara Jonouchi membahana membelah langit taman kota. Anggota Team Raid Wild dan beberapa orang disana seketika menahan tawa, sementara Hase melongo. Ya ampun Jonouchi ini nggak bisa dikecilin ya suaranya? Bikin malu aja sih ah.

"Ini aku bawain minum," Jonouchi menyerahkan botol minuman kepada Hase, lalu menyeka keringat di dahi Hase dengan tangannya. Tangan ya, catet tuh. Suatu kegegeran mengingat Jonouchi orang yang sangat cinta kebersihan dan selalu pakai saputangan buat menyeka apapun.

"Biasa aja dong," desis Hase tengsin, dia super malu melihat Jonouchi menunjukkan perhatiannya di depan umum. "Emang kenapa?" balas Jonouchi, "kita kan pacaran, wajar dong kalo deket-deketan dan romantis."

Plak!

Jonouchi terkejut bukan main saat Hase menampar tangannya. "Gue bukan bayi!" teriak Hase, "gue nggak suka diperlakuin kayak bayi!"

"Hase-Chan....."

"Jangan manggil gue Hase-Chan!" teriak Hase menyela, "gue nggak suka! Gue nggak suka sama sikap lebai lo ini! Mulai detik ini gue nggak mau diperlakukan kayak bayi! Kalo elo masih aja over romantis ke gue, gue hajar lo!" Hase langsung berlari meninggalkan kerumunan, dan meninggalkan Jonouchi yang shock dengan teriakan Hase.
~~~
Hase bersin untuk kesekian kalinya, dia menyeka ingus yang intip-intip di hidungnya dengan tissue. Sial banget deh, niatnya sehat lari pagi malah kena flu. Memang Hasenya juga yang bloon, lari pagi jam 4 subuh, pas gerimis lagi. Makan tuh pilek.

Hase berbaring lemas di kasurnya yang berantakan, dia membayangkan bubur hangat dan segelas teh manis hangat atau susu. Kalau Jonouchi tahu dia sakit, Jonouchi pasti bakal langsung meluncur kesini dan membuatkannya bubur super enak dan membawakan kue dari Charmant.

Ming.

Hase menoleh, menatap handphonenya di meja. Hase mengambil handphonenya, perlahan menatap fotonya dan Jonouchi yang jadi wallpaper disana. Jonouchi yang masang sih, awalnya wallpapernya ya logo Team Raid Wild. Perlahan rasa kangen masuk ke benaknya, dia kangen sama perhatian Jonouchi. Dia kangen dipeluk, kangen dimanjain sama pacarnya yang wangi sepanjang hari itu.

Hase menghela napas. Dia jadi merasa bersalah sudah membentak Jonouchi, di depan umum lagi. Jonouchi itu biarpun cowok dia sensitif, dia pasti marah besar. Buktinya dia nggak nelpon sama sekali sejak seminggu lalu, padahal biasanya sehari bisa puluhan kali nelpon.

Jujur Hase sudah terbiasa dengan perhatian Jonouchi. Kebiasaan dimanja membuat Hase seperti kehilangan satu rutinitas pentingnya saat Jonouchi nggak ada. Dan sebenarnya Hase suka dimanja seperti itu. Diladeni, dibuatkan masakan, dicucikan bajunya, dibantu membersihkan apartmentnya yang kayak kapal pecah, dan segala bentuk perhatian lainnya.

Apa Hase minta maaf aja ya ke Jonouchi?

Hase berdiri, dengan badan lemas dia meraih jaketnya dan berjalan keluar apartment. Dia bertekad akan minta maaf kepada Jonouchi.
~~~
Jonouchi dengan lesu membersihkan meja pengunjung Charmant. Hal ini tentu membingungkan Oren, secara biasanya Jonouchi selalu bersemangat kayak batere habis dicharge. Jonouchi menghela napas, dia duduk di salah satu kursi dan menunduk.

Salah ya kalau Jonouchi perhatian ke Hase? Jonouchi kan begitu karena dia sayang sama Hase. Dia merasa cuma dengan perhatian dia bisa menunjukkan kalau dia sayang sama Hase.

Yang diperhatiin malah marah-marah.

"Sebenernya sih kamu itu nggak salah," suara Oren mengejutkan Jonouchi, "maksudmu baik, ngasih perhatian ke Hase. Tapi porsinya yang kebanyakan. Nggak semua orang seneng diperhatiin secara berlebihan kayak gitu."

"Kayaknya nggak berlebihan deh," balas Jonouchi.

"Buat kamu mungkin nggak," balas Oren, "tapi buat Hase? Jelas itu lebai banget. Hase nggak terbiasa dimanja kayak gitu, dia jelas ngerasa malu. Apalagi kamu nunjukkin perhatianmu di depan orang banyak." Oren menatap Jonouchi, melanjutkan, "Kamu nggak perlu menunjukkan ke semua orang di Zawame kalau kamu adalah pacar paling perhatian. Cukup Hase aja yang tau kalau kamu sayang sama dia."

Jonouchi menatap Oren yang tersenyum. Benar juga, cukup Hase saja yang tahu kalau dia adalah pacar yang perhatian. "Nah sekarang cuci piring sana," kata Oren. Jonouchi mengangguk, dia berdiri dan merapikan kursi yang masih agak berantakan sebelum melangkah masuk Charmant.

"Jonouch...... Hatchiu!"

Jonouchi menoleh, dia seketika berlari kearah Hase saat mendengar pemuda itu memanggilnya sambil bersin. Hase segera didudukkan di salah satu kursi, lalu Jonouchi duduk di dekatnya dengan pandangan khawatir. "Kamu kenapa, Hase-Chan?" Jonouchi panik, "kamu sakit, ya? Ya ampun hidungnya merah gitu, kamu pasti flu. Kenapa nggak nelpon aja, pake kesini lagi. Kan bisa aku yang kesana."

Hase menatap Jonouchi, dia super senang mendengar suara laki-laki itu. "Maaf," Jonouchi tampak salah tingkah sendiri, "aku..." "Aku kangen kamu, Jonouchi," kata Hase kaku, dia menunduk, "maaf udah marah-marah. Aku nggak biasa dimanja kayak gitu, makanya aku risih. Aku juga nggak suka jalan gandengan, kesannya menye-menye gitu. Maaf."

"Aku juga minta maaf," balas Jonouchi, "aku pikir kamu suka sama perhatian yang aku kasih. Aku pikir kamu bakal seneng kalo aku perhatiin kayak gitu."

"Aku suka kok," kata Hase, "cuma........ Jangan lebai."

Jonouchi menatap Hase, terlihat matanya bling-bling. "Kamu suka aku perhatiin?" tanyanya senang. Hase mengangguk semangat, dia menjawab, "Sekarang aku flu, Jonouchiiii. Suapin doooong."

Jonouchi tertawa melihat sikap manja Hase, di matanya Hase tampak lucu sekali kalau seperti itu. "Tunggu disini, aku ambilin kue sama susu anget dulu," kata Jonouchi. Dia bergegas masuk, tak lama dia keluar dengan sepotong kue dan segela susu hangat. "Ayo buka mulut. Aaaaaa," kata Jonouchi sambil menyuapkan sepotong kecil kue. Hase dengan semangat memakan kue itu, lalu bersandar manja di bahu Jonouchi.

Dimanja itu enak ternyata.
~FIN~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar